Integrasikan Layanan, BPJS-TK Resmikan Layanan Masyarakat 175

Arbi
Integrasikan Layanan, BPJS-TK Resmikan Layanan Masyarakat 175
Foto: Humas BPJS Ketenagakerjaan.

Jakarta, HanTer – BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) menghadirkan ‘Layanan Masyarakat 175 Tanya BPJSTK’, sebagai kanal informasi terintegrasi bagi para pekerja khususnya peserta jaminan sosial ketenagakerjaan di Tanah Air. Layanan ini merupakan peralihan dari Contact Center 1500910.

Perubahan itu dilakukan agar menghadirkan kecepatan dalam memberikan layanan dan menangani keluhan pelanggan. Terlebih, layanan pelanggan bagi sebuah perusahaan atau institusi pemerintah yang fokus pada layanan publik tentunya memiliki peran yang sangat vital, terutama di era teknologi informasi dan komunikasi seperti saat ini.

Hadir dalam peresmian perubahan layanan tersebut, Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, jajaran direksi dan Dewas BPJS Ketenagakerjaan, dan ratusan stakeholder terkait.

“Sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk terus berupaya meningkatkan layanan kepada peserta kami, dengan adanya peralihan dari nomor Contact Center yang lama, layanan pelanggan melalui Layanan Masyarakat 175 Tanya BPJSTK ini kami pastikan akan tetap berjalan normal seperti biasa,” kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto dalam sambutannya, Rabu (10/4/2019).

Aturan peralihan nomor layanan pelanggan ini berdasarkan Surat Penetapan dari Menkominfo RI Nomor 053/TEL.05.05/2019 tanggal 1 Maret 2019 tentang Penetapan Kode Akses Pusat Layanan Masyarakat.

“Angka 175 adalah angka yang cukup mudah untuk diingat karena hanya terdiri dari 3 digit. Kami berharap dapat terus memberikan layanan terbaik bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan selalu meningkatkan kapasitas layanan agar dapat memenuhi ekspektasi peserta”, tukas Agus.

Dalam kesempatan itu, juga diresmikan Layanan Cepat Tanggap (LCT) yang bertujuan untuk melakukan penanganan cepat dan efektif saat terjadi musibah atau bencana alam yang melibatkan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan menjalin kerjasama bersama Rumah Sakit PLKK (Pusat Layanan Kecelakaan Kerja), BPBD (Badan Penanggulanan Bencana Daerah), dan Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, tindakan LCT yang dilakukan oleh personil dari BPJS Ketenagakerjaan ini akan bekerja dengan efektif.

“Sebagai contoh, saat terjadi musibah kecelakaan KRL di Depok, bencana alam Tsunami di Banten, dan musibah Lion Air, petugas kami secara aktif langsung bergerak. Ada yang menuju lokasi musibah, dan lainnya mencari data kepesertaan para korban yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan”, ujar Agus.

Dirinya menambahkan, peserta akan sangat terbantu dengan adanya LCT ini, khususnya bagi keluarga korban atau ahli waris, di mana pihaknya yang akan aktif untuk menyalurkan santunan yang menjadi hak mereka.

“Kami harap dengan hadirnya LCT ini, menjadi tindakan antisipasi sejak dini atas indikasi risiko yang timbul karena musibah atau bencana alam yang menimpa pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.