Inilah Tiga Terobosan yang Diambil Pemerintah Bagi UMKM

romi
Inilah Tiga Terobosan yang Diambil Pemerintah Bagi UMKM
Talkshow Forum Merdeka Barat 9, bertema Terobosan Baru KUR/ ist

Jakarta, HanTer - Sejauh ini kemampuan pemerintah mempertahankan kinerja pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global tentu banyak ditopang oleh kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menyadari hal tersebut, pemerintah pun mengambil kebijakan menjalankan tiga langkah terobosan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menghindari distorsi pasar yang dapat membuat produktivitas UMKM menurun dan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Memang sejak dikembangkan pada 2007 hingga sekarang, Pemerintah telah memberikan tiga terobosan baru bagi KUR. Pertama, kami berikan subsidi bunga KUR. Kedua, kita perluas sektornya dan memperbolehkan semua UMKM produktif untuk mengajukan KUR. Ketiga, kami berikan KUR untuk membangun sektor-sektor ekonomi berbasis kerakyatan,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomi, Iskandar Simorangkir, di acara Talkshow Forum Merdeka Barat 9, bertema Terobosan Baru KUR, di Jakarta, Kamis (3/4/2019).

Dikatakan Iskandar, kemudahan akses KUR tersebut untuk memberikan kesempatan akses pembiayaan bagi UMKM yang sesuai dengan cita-cita Nawacita. “Awal kita membangun program KUR, suku bunga mencapai 24%. Suku bunga ini sulit sekali diakses dan tidak sesuai dengan kemampuan sektor UMKM. Lalu kami perbaiki karena yang terpenting tidak hanya kecepatan akses pembiayaan, tetapi juga suku bunga yang rendah,” terangnya.

Terobosan pertama, pemerintah menyadari bahwa UMKM perlu diberikan kemudahan melalui suku bunga KUR rendah namun tidak merugikan bank selaku penyalur KUR. Dengan begitu, pemerintah menanggung selisih suku bunga kredit di pasar dengan suku bunga KUR.

Sedangkan, terobosan kedua perluas sektornya. Contohnya, dulu petani garam tidak bisa mendapatkan KUR karena masalah nomenklatur. Masalahnya, garam termasuk dalam sektor pertambangan, yang tidak masuk dalam daftar KUR. Jadi, semua UMKM bisa mengajukan KUR selama UMKM tersebut produktif,” ujar Iskandar. 

Sementara, terobosan ketiga dengan menunjukkan keberpihakan pembiayaan terhadap sektor ekonomi kerakyatan melalui mekanisme KUR Khusus, seperti sektor perkebunan, perikanan, dan peternakan. Iskandar juga mengatakan tiga jenis ini sudah diluncurkan oleh pemerintah dan sudah bisa diakses oleh UMKM di sektor-sektor tersebut.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UMKM Yuana Setyawati menegaskan bahwa program KUR sudah mengalami evolusi formula sejak pertama kali diluncurkan pada 2007. “Transformasi sudah dilakukan dan bottleneck juga sudah dicarikan solusi. Disitulah semangat kami sebagai pemerintah berusaha hadir untuk rakyat,” kata Yuana.

Pada kesempatan sama, Executive Vice President Bisnis Kecil dan Kemitraan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hari Purnomo mengapresiasi langkah pemerintah atas terobosan-terobosan ini yang dinilai mempermudah tugas perbankan dalam menyalurkan KUR ini.