BPJS-TK Anggarkan Rp294 Miliar Latih 20.000 Korban PHK

Arbi
BPJS-TK Anggarkan Rp294 Miliar Latih 20.000 Korban PHK
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto (tengah), Didampingi Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz dan Anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan Adityawarman. Foto: HanTer

Jakarta, HanTer – BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) mengalokasikan anggaran sebesar Rp294 miliar guna mensukseskan program pelatihan vokasional bagi 20 ribu pekerja di Tanah Air. Program ini berupa peningkatan keterampilan pekerja yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Sasarannya peserta BPJS Ketenagakerjaan yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK), habis kontrak, pekerja yang mengalami kecacatan, serta pekerja migran yang telah kembali ke Tanah Air,” kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, di sela seminar sehari bertajuk “How to Create a Great Innovative Leader” di Institut BPJS Ketenagakerjaan, Bogor, Rabu (13/3/2019).

Agus juga memastikan para pekerja yang telah mendapat pelatihan tersebut bisa langsung terserap kalangan industri. Karena itu, pihaknya menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), lembaga pelatihan, dan berbagai perusahaan swasta.

“Misal ada pekerja yang mengalami PHK di Industri A, sementara Industri B siap menyerap mereka, maka mereka akan dilatih kembali keahliannya, seperti job shifting (keahlian baru), disesuaikan kebutuhan industri,” ucapnya.

Sementara terkait digelarnya kegiatan seminar tersebut, Agus menyatakan, merupakan komitmen dari BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan SDM yang siap bersaing dengan berbagai tantangan global maupun internal bagi pengembangan industri di Indonesia.

Seminar itu sendiri dikemas dalam rangkaian sharing knowledge dan diskusi best practice antar Pimpinan SDM dari berbagai perusahaan, praktisi dan pelaku di bidang SDM.

Pada sesi sharing session hadir Director of Cambridge Judge Business School Prof. Christof Loch dari Cambridge University, Inggris sebagai pembicara utama. Kegiatan ini diikuti sekitar 2.750 peserta dengan kurang lebih 400 orang hadir secara tatap muka dan selebihnya mengikuti proses dengan memanfaatkan teknologi webinar.

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz, selaku Ketua Steering Committee menyampaikan, pemimpin SDM memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga dan membangun aset organisasi yang paling berharga yaitu sumber daya manusia. Pemimpin SDM bertanggungjawab untuk menciptakan generasi-generasi inovatif guna menjawab tantangan global.

“Variabel kepemimpinan merupakan variabel yang menarik dan menjadi kunci penentu keberhasilan sebuah institusi/korporasi. Kegiatan yang dilakukan hari ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari para narasumber dan peserta terkait tantangan dalam menciptakan pemimpin masa depan yang inovatif,” ungkapnya.