Rentan Risiko Sosial, Petani Sawit Harus Terlindungi Jaminan Sosial

Arbi
Rentan Risiko Sosial, Petani Sawit Harus Terlindungi Jaminan Sosial

Jakarta, HanTer - Profesi petani tergolong dalam kategori pekerja yang rentan dari risiko sosial. Tanpa perlindungan, profesi ini dengan mudah dapat jatuh dalam masalah ekonomi hingga kemiskinan.

Oleh karena itu, setiap pengusaha baik skala besar maupun kecil diimbau untuk mendaftarkan pekerja petaninya dalam program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di BPJS Ketenagakerjaan.

Demikian disampaikan Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis usai penandatangan perjanjian kerjasama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), yang disaksikan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan, di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

“Kami harus melindungi seluruh pekerja, termasuk petani sawit yang sangat rentan dari risiko sosial.  Apalagi kita lihat sawit ini sektor besar, sehingga dibutuhkan perlindungan agar tidak jatuh dalam kemiskinaan saat terjadi risiko sosial dalam pekerjaannya,” ungkap Ilyas.

Dalam kerja sama dengan Apkasindo tersebut, nantinya BPJS Ketenagakerjaan secara bersama-sama dengan asosiasi sawit memberikan sosialisasi kepada setiap pengusaha perkebunan sawit skala perorangan atau pemilik lahan di bawah 25 hektare.

“Sekarang ada pengusaha dengan lahan di bawah 25 hektare berstatus milik perseorangan, tapi punya pekerja juga. Itu yang kita sasar lewat asosiasi ini, karena untuk perusahaan besar relatif sudah bagus bahkan ada yang sudah ikut program jaminan pensiun,” ucapnya.

Kerja sama ini juga merupakan bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas kepesertaan, di mana Apkasindo memiliki anggota sekitar 1 Juta orang petani sawit yang tersebar di 116 Kabupaten dan 22 Propinsi di Indonesia yang memiliki kartu keanggotaan dengan informasi data personel dan lokasi kebun.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan berpendapat bawha perlindungan petani sawit lewat program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan sangat penting. “Ini bagus ada perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. Industri sawit yang besar memang dibutuhkan jaminan sosial," ujarnya.

Pada prosesi penandatanganan ini, BPJS Ketenagakerjaan juga menyampaikan sosialisasi kepada petani sawit dan dihadiri sekitar 300 pengurus Apkasindo di 22 Provinsi. “Kita ingin para petani sawit terlindungi dari berbagai risiko sosial yang mengintai dan ini semua perwujudan kehadiran negara dalam peningkatan kesejahteraan petani sawit di Indonesia,” tambah Ilyas.