Dukung Festival Sarung Indonesia, Kemenkop dan UKM Siapkan 3 Booth Pameran

Anugrah
 Dukung Festival Sarung Indonesia, Kemenkop dan UKM Siapkan 3 Booth Pameran
Sekretaris Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring (empat dari kanan)

Jakarta, HanTer - Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan mendukung terselenggaranya Festival Sarung Indonesia. Festival ini akan dibuka oleh Presiden Jokowi di Gelora Bung Karno, Jakarta pada Minggu 3 Februari 2019, dengan dihadirkan sedikitnya 1.000 jenis sarung dari berbagai daerah.

“Kita sangat mendukung, dan kita beberapa waktu lalu sudah memulai gerakan pakai sarung ini di mana setiap karyawan kita haruskan pakai sarung setiap hari Jumat,” kata Sekretaris Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Sebagai bentuk dukungannya, Kemenkop dan UKM akan menyiapkan tiga booth untuk UKM binaan, masing-masing UKM dari Rumah Sarung Indonesia (Rusari), KUKM dari 4 provinsi yang terdampak bencana (Sulawasi Tengah, NTB, Banten dan Lampung), serta UKM pilihan dari Provinsi Bali. 

“Karena tujuan bangga bersarung untuk meningkatkan usaha para UKM pengrajin sarung. Bagaimana bisa meningkat kalau kita sendiri tidak menggunakan apalagi membeli,” papar Meliadi.

Untuk diketahui, bahwa Festival Sarung Indonesia merupakan gerakan nasional yang didukung oleh 9 Kementerian/Lembaga dimana Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga dipercayakan sebagai Ketua Dewan Pembina.

Kepala Biro Perencanaan Kemenkop dan UKM Ahmad Zabadi menjelaskan festival ini diadakan dalam upaya mendorong UKM pengrajin sarung, dan tenun meningkatkan kapasitas usahanya agar ke depan terus berkembang dan berdaya saing. 

“Ini terkait keinginan kita mendorong pengrajin dan kehidupan UKM yang berkelanjutan, karena kita tahu potensi ekonomi sarung ini sangat luar biasa,” ujar Zabadi.

Selain itu, kata Zabadi, dukungan Kemenkop dan UKM terhadap event ini sebagai upaya untuk melindungi UKM pengrajin sarung dan tenun dari gempuran produk dari luar negeri. 

“Insyaallah kita mendukung supaya kehadiran ini penting karena di sini ada kepentingan kita untuk memberikan dukungan kepada pengrajin tenun dan sarung. Kita tidak tutup mata banyak produk impor, jadi kalau kita tidak bangga dengan sarung Indonesia maka akan berdampak kepada pengrajin,” tutup Zabadi.

Festival Sarung Indonesia yang baru pertama kali dilakukan ini, bertujuan untuk mempromosikan sarung sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, dan mentransformasikan sarung sebagai trendsetter serta gaya hidup modern bagi generasi milenial.

Puncak acara tersebut ditandai dengan pencanangan Hari Sarung Nasional dan peresmian Rumah Sarung Indonesia (Rusari) yang rencananya akan dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Rusari yang berada di Smesco Indonesia merupakan sarana edukasi, promosi dan pemasaran sarung-sarung unggulan dari berbagai propinsi di Indonesia dan menjadi pusat koleksi/khasanah dan referensi terbaik untuk mendapatkan sarung-sarung unggulan.

Rangkaian kegiatan Festival Sarung Indonesia meliputi pasar rakyat, pameran sarung, Fashion on the street berbasis sarung, Karnaval sarung Indonesia, seminar dan sarasehan sarung.(ADV)