Selama Harga Avtur Pertamina Bisa Kompetitif, Masuknya Swasta Tak Diperlukan

Danial
Selama Harga Avtur Pertamina Bisa Kompetitif, Masuknya Swasta Tak Diperlukan
Ilustrasi

Jakarta, HanTer-- Presiden Joko Widodo memberikan opsi terkait Harga avtur. Antara lain, selama harga Avtur Pertamina bisa kompetitif, maka masuknya pemain baru baik swasta nasional maupun asing tidak diperlukan.

Disebutkan, adanya kompetitors belum tentu bisa memberikan penawaran harga & layanan yang lebih baik dari Pertamina. Apalagi harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku di IATA (International Air Transport Association) dan juga sistemnya harus bisa EDI (electronic data interchange) dengan sistem IATA tersebut.

Para pesaing tentu saja hanya ingin masuk ke Bandara gemuk saja, tidak akan masuk ke daerah/bandara kecil & perintis selama tidak ada aturan yang mewajibkannya (saat ini memang belum ada). Dan ini jelas tidak akan mendukung pemerataan maupun pengembangan pariwisata nasional.
Pemenuhan kebutuhan Avtur di Bandara-bandara kecil & perintis tersebut selama ini dapat dilaksanakan oleh Pertamina dengan prinsip subsidi silang, sama seperti program BBM Satu Harga.

Sebetulnya, bisnis avtur di Bandara sudah diatur dengan dibagi, antara lain suplai, storage, into plane & marketing. Suplai & storage adalah sinergi BUMN dengan membuat JV antara PT Pertamina & PT Angkasa Pura. 

Sedangkan bisnis into plane services & marketing yang mencari pelanggan, memasarkan produk & services serta melayani pengisian ke pesawat dengan aman, swasta bisa masuk. Shell pernah masuk ke bisnis ini dan akhirnya pull-out karena marketingnya kurang berhasil (misal kreditnya terbatas, dan lain-lain, sehingga pelanggannya tidak banyak.