Politisi Demokrat AncamLaporkan Anak Jokowi ke Bareskrim Dinilai Tepat

Safari
Politisi Demokrat AncamLaporkan Anak Jokowi ke Bareskrim Dinilai Tepat
Kolase foto Andi Arief dan Gibran Rakabuming Raka

Jakarta, HanTer-- Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief mengancam akan melaporkan anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, ke Bareskrim Polri. Ancaman ini terkait  retweet cuitan TNI AU dalam kasus 7 kontainer berisi kertas suara yang sudah tercoblos. 

Menanggapi hal ini, pengamat politik dari Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminuddin mendukung langkah Andi Arief, akan melaporkan Gibran Rakabuming ke Bareskrim terkait  retweet cuitan TNI AU dalam kasus 7 kontainer berisi kertas suara yang sudah tercoblos. 

Menurutnya, langkah yang dilakukan Andi Arief merupakan jalur hokum menghadapi fitnah tentang dirinya. "Tepat sekali Andi Arief menempuh jalur hokum menghadapi fitnah tentang dirinya," kata Aminuddin di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Aminudin menilai, rencana langkah hukum yang dilakukan Andi Arief merupakan taktik bluffing atau menggertak untuk menghadapi intimidasi sistematis yang dilancarkan kubu status quo. Apalagi jika dilihat dari munculnya awal rumor 7 kontainer kertas suara dari Tiongkok dilihat struktur bahasanya jelas bukan dari oposisi karena kalimatnya diantaranya yakni "Ada kertas surat suara 7 kontainer dari Tionglok telah tercoblos. Segera merapat tuh PADI (Prabowo Sandi)."

"Ini jelas bahasanya dari lawan oposisi, karena itu jelas bahasa kelompok atau orang diluar kubu oposisi. Dan seperti ada kesengajaan merubah kalimat Tiongkok jadi Tionglok," paparnya.

Lebih lanjut Aminudin mengatakan, cuitan yang mengklaim sebagai pihak oposisi seperti operasi intelijen untuk  memberi umpan kamuflase. Sehingga ketika benar nanti ada kecurangan, termasuk seandainya ada indikasi keterlibatan Tiongkok, maka protes yang dilakukan oposisi akan dianggap hoaks. Sehingga ketika meramaikan kasus tersebut dianggap sebagai penyebar hoaks.

Memilukan

Pengamat politik dari  Indonesia Public Institute (IPI) Jerry Masie mengatakan, Andi Arief yang mengancam melaporkan Gibran Rakabuming ke Bareskrim gara-gara Retweet cuitan TNI AU merupakan hal memilukan. Apalagi  jika sedikit sedikit main lapor. Harusnya sebelum malapor maka harus dipiikirkan terlebih dahulu dampaknya bagi publik di tahun politik. 

"Ini bisa berdampak bagi kubu petahana. Saya lihat roh lapor melapor cukup tinggi. Apakah kita kehilangan akal sehat," tanyanya.

Harusnya sebelum melapor, sambung Jerry, maka dipilah terlebih dahulu mana yang pantas dilaporkan dan mana yang tidak pantas untuk dilaporkan. Oleh karenanya perlu kebijaksanaan, jangan hanya mencari sensasi belaka. Andi Arief merupakan tipikal pencarian sensasi politik. Selain itu Andi Arief merupakan tipikal sanguin yang maunya dikenal. Sanguin merupakan bahasa psikologis yang artinya agresif, dan ceplas - ceplos.

"Bisa saja yang dilaporkan Andi Arief menjadi mental alias tak diterima. Namun demikian polisi tetap mengecek meski disinyalir tak ada unsur pidana," jelasnya.

Mengancam

Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief mengancam akan melaporkan anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, ke Bareskrim. Hal ini dilontarkan Andi Arief melalui Twitter miliknya, @AndiArief__, pada Rabu (9/1/2019).

Melalui Twitternya, ia mengunggah gambar tangkapan layar dari Twitter Gibran, @chili_pari, yang telah meretweet pernyataan dari TNI AU.

Pernyataan yang turut di-retweet Gibran merupakan perihal TNI AU yang meminta Andir Arief untuk menyebutkan oknum TNI yang turut mengecek adanya kabar hoaks 7 kontainer tercoblos. “Saya lagi menimbang apa perlu melaporkan akun anak Presiden ke Bareskrim,” tulis Andi Arief.
 
Sebelum Gibran, Andi Arief terlebih dahulu menuliskan dirinya akan melaporkan ke Bareskrim sebanyak 200 lebih pengguna Twitter yang menuduh dirinya menyebar hoaks soal kasus 7 kontainer surat suara tercoblos.

Namun, dirinya akan membatalkan laporan itu jika pengguna Twitter yang menuduhnya meminta maaf padanya.

“Pelaku sdh ditangkap. Pengguna Twitter yang sudah menuduh saya sudah saya list. Ada 200 lebih. Akan saya lapor Bareskrim. Saya gak peduli, siapapun akan saya lapirkan Tetapi kalau meminta maaf lewat inbox akan saya maafkan,” tulis Andi Arief.

Diberitakan sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief memberikan klarifikasi terkait tudingan dirinya menyebarkan berita hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos. Hal itu disampaikan Andi Arief melalui unggahan video di akun Twitter-nya, @AndiArief, Selasa (8/1/2019).

Andi Arief mengatakan dirinya tidak pernah terlibat dalam penyebaran berita hoaks terkait 7 kontainer surat suara tercoblos. Hal itu dibuktikannya dengan menghubungi dua orang wartawan dan dua orang TNI untuk melakukan pengecekan.

“Mereka enggak ngerti, saya enggak terlibat dalam pembuatan hoaks itu. Saya ketika menerima itu (berita hoaks) melakukan pengecekan ke dua wartawan media yang cukup terkemuka, minta tolong kawan saya, dua orang TNI untuk mengecek.”

“Saya bilang ‘Ini hati-hati, kalau ini bener berbahaya, kalau enggak bener juga berbahaya bisa jadi hoaks, tolong dicari informasi kebenarannya’, termasuk juga saya minta wartawan itu untuk tanya ke KPU (Komisi Pemilihan Umum), tapi tidak ada jawaban malam itu.”

“Jadi saya menanyakan itu di twit sebenarnya niat saya baik, tapi kalau niat baik ini saya akan dikriminalisasi, ya silakan sajalah,” kata Andi Arief.

Andi Arief juga memberikan penjelasan soal rencananya untuk menggeruduk sejumlah tokoh yang telah memfitnah dirinya sebagai penyebar berita bohong.

Andi Arief menyebut tudingan terhadap dirinya merupakan pembunuhan karakter yang sangat kejam. “Karena rumah saya digeruduk di Lampung, digeruduk,” kata Andi Arief.

Sebelumnya, beredar kabar mengenai adanya tujuh kontainer berisi surat pemilihan presiden yang sudah dicoblos atau terpakai. Satu yang membuat kabar ini menjadi bahan perbincangan adalah kicauan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief, di laman Twitternya.

“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar,” tulis akun @AndiArief__, pada Rabu (2/1/2019), sekitar pukul 20.05 WIB.

Kicauannya ini pun ramai diperdebatkan. Banyak pihak menyebutkan bahwa Andi Arief adalah seorang penyebar hoaks. Menanggapi hal tersebut, Andi Arief pun menegaskan jika kicauannya itu hanya berupa imbauan agar ada pihak yang melakukan pengecekan terkait kabar tersebut.

“Saya mengimbau supaya dilakukan pengecekan,” ujar Andi Arief, Kamis (3/1/2019) pada Kompas.com.