Revolusi Akhlak vs Revolusi Mental

***
Revolusi Akhlak vs Revolusi Mental
Ilustrasi

Oleh) Legisan S Samtafsir 

Cerdas sekali Habieb memilih kata 'revolusi akhlak dan bukan revolusi mental. Alasannya jelas, Nabi Muhammad Saw yg memakai istilah itu, 'tidaklah aku diutus (oleh Allah) kecuali utk menyempurnakan (baca: merevolusi) akhlak'. Karena Nabi yg pakai, maka kita ikuti kata Nabi. 

Alasan kedua (yg ini elaborasi saya), bahwa kata akhlak sangat merakyat di Indonesia. Selain karena 87% penduduk negeri ini Muslim, tapi juga kata akhlak telah menjadi kosa kata sehari-hari masyarakat. Konotasinya pun sangat baik dan didambakan.

Alasan ketiga (ini juga elaborasi saya), kata akhlak digunakan dalam UUD45 pasal 31 mengenai tujuan pendidikan. Bahwa

"Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta AKHLAK mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”

Alasan keempat, mengapa tidak pakai kata revolusi mental?, karena revolusi mental (mental revolution) dipakai oleh Karl Marx (gembong komunis, community manifesto), FW. Tylor dan banyak lagi karya2 yg menulis tentang mental disorder. Kata mental di google banyak dipakai terkait dengan penyakit mental (mental illness) dan mental disorder dan mental health. Intinya soal sakit atau sehat secara mental.

AKHLAK adalah kepribadian dan karakter yg mulia. Akhlak dari kata "kha la qa", satu akar kata dengan khaliq (Pencipta) dan makhluq (ciptaan). Artinya akhlak itu perangai yg baik, tidak hanya dari sudut manusia tapi juga dari sudut pandang Allah. Jadi AKHLAQ itu kata yg TEPAT utk menjadi MISI dan tagline suatu perjuangan, utk merubah masyarakat menuju karakter yg mulia.

Cerdas sekali Habieb memilih revolusi AKHLAK dan bukan revolusi mental. Kata mental, sehari-hari di Indonesia dekat dengan pengertian kesehatan atau gangguan jiwa, alias sakit mental. Sehingga revolusi mental terkesan hanya sebagai slogan dan tidak ada ruh-nya. Lagi pula, Karl Marx terlanjur memakai kata mental revolution dengan maksud utk melahirkan REVOLUSI sosial, yakni merebut kekuasaan dari kapitalis menuju masyarakat sosialis.

Sekali lagi revolusi AKHLAK jauh lebih tajam dan memasyarakat, lebih punya ruh. Dan apakah hari ini Indonesia memerlukan revolusi AKHLAK?  Jelas SANGAT memerlukan. REVOLUSI dari pembohong menjadi jujur; dari korupsi menjadi tidak korupsi; dari tidak adil menjadi adil; dari khianat menjadi amanah; dari perangai buruk menjadi baik; dari penebar fitnah menjadi penebar kebaikan.

Semoga bangsa Indonesia dapat memetik spirit dan ruh dari REVOLUSI AKHLAK utk segera menuju Indonesia yg adi daya di tahun 2045.

Terimakasih Habieb. 

Salam revolusi AKHLAK.