Harga Minyak Dunia Anjlok, Sudah Saatnyakah Pertamina Turunkan Harga BBM?

***
Harga Minyak Dunia Anjlok, Sudah Saatnyakah Pertamina Turunkan Harga BBM?
Ferdinand Hutahean

Oleh: Ferdinand Hutahaean, Dir. Eksekutif Energy Watch Indonesia

Sejak wabah Corona melanda dunia, salah satu yang paling terdampak adalah persoalan ekonomi. Disektor ekonomi ini salah satu bagian yang paling terpukul adalah sektor energi khususnya Minyak Mentah. 

Dunia tiba-tiba dikagetkan oleh anjloknya harga minyak dunia yang jatuh tak terbendung. Periode Januari 2020 harga minyak mentah Brent masih dikisaran USD 67,02 / Barel  dan WTI dikisaran USD 59,80 / Barel sementara ICP ada dikisaran USD 65,38 / barel. Dan saat ini periode April 2020 harga Minyak Mentah dunia jenis Brent jatuh dikasaran USD 25 / Barel dan WTI dikisaran angka USD 20 / Barel. Harga yang luar biasa memukul perekonomian khususnya sektor minyak.

Turunnya harga minyak dunia tersebut saat ini belum diikuti oleh penurunan harga jual BBM Pertamina. Inilah yang saat ini banyak dipertanyakan oleh kalangan publik, mengapa harga jual BBM belum turun sementara harga minyak dunia turun? Sebuah pertanyaan yang tentu lumrah dan wajar. 

Dalam penentuan harga jual BBM, tentu ada beberapa faktor yang atau komponen yang dijadikan dasar perhitungan. Komponen utama dari perhitungan ini adalah harga minyak mentah dan nilai tukar dolar serta beberapa komponen lainnya seperti biaya distribusi, biaya penyimpanan, margin dan lain-lain.

Dan satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah periode impor minyak mentah untuk bahan balu produksi BBM. Rata-rata minyak mentah yang diproduksi saat ini untuk diplah jadi BBM adalah minyak mentah yang diimpor 2 bulan lalu pada saat harga minyak mentah masih dikisaran diatas 50 USD / barel. Maka tentu perhitungan harga keekonomian masih mengacu pada harga minyak pada bulan Februari bukan menggunakan harga yang sekarang. 

Harga sekarang baru digunakan untuk perhitungan harga BBM 2 bulan kedepan, begitulah mengapa harga BBM sekarang belum turun. Ditambah nilai tukar dolar saat ini yang tinggi membuat penurunan harga semakin sulit diwujudkan kecuali ke bulan-bulan yang akan datang. Untuk harga BBM Mei akan menggunakan harga Crude impor bulan Maret, Juni gunakan harga April dan begitu seterusnya.

Maka jika harus turun maka baru pada sekitar bulan Mei dan Junj bisa terjadi penyesuain harga. Dan semua kembali kepada Perpres 191 yang mengatur periodik evaluasi harga BBM.

Kita tentu berharap agar Pertamina segera lakukan evaluasi harga jual BBM. Bila sekarang  sudah bisa dilakukan penurunan harga, maka sewajarnya diturunkan sesuai perhitungan harga keekonomian supaya Pertamina tetap untung dan rayat bisa merasakan dampak penurunan harga minyak dunia dan sedikit terbantu ditengah tekanan ekonomi akibat virus corona ini. 

Publik juga harus memahami bahwa penurunan penjualan BBM akibat dampak turunnya aktivitas publik tentu akan mempengaruhi bisnis Pertamina yang biaya operasionalnya tidak turun bahkan mungkin naik akibat kenaikan nilai tukar dolar. 

Begitulah kondisinya agar kita bisa memahami mengapa harga jual BBM belum turun saat ini utamanya  karena masih menggunakan harga Crude impor periode 2 bulan lalu dengan nilai tukar dolar saat ini yang tinggi.

#Minyak   #pertamina   #bbm