Zozibini Tunzi Membuktikan Bahwa Cantik Tak Harus dari Fisik

***
Zozibini Tunzi Membuktikan Bahwa Cantik Tak Harus dari Fisik
Zonzibini Tunzi. Foto: Wikipedia

Bagi sebagian perempuan, menjadi cantik adalah beban bagi mereka yang harus ditanggung. Di mana perempuan dituntut menjadi cantik karena sebuah standar kecantikan yang ada di masyarakat. Standar kecantikan yang ada di masyarakat bukan menjadi melemah namun menjadi lebih beragam untuk membuat standar kecantikan.

Pada zaman dahulu definisi cantik adalah dari fisik yang memiliki wajah putih, berat badan ideal, rambut lurus, dan masih banyak lagi. Tetapi, pada era modern ini membuktikan bahwa, sebagian perempuan bisa mengekpresikan dirinya sendiri walaupun beberapa perempuan lain masih takut untuk mengekspresikan dirinya karena memikirkan perkataan orang yang di dengarnya dan terkadang merasa tidak percaya akan diri sendiri

Rasa tidak percaya kepada diri sendiri ini timbul dan membuat perempuan memiliki pemikiran akan dirinya yang tidak ‘cantik’ serta menganggap bahwa dirinya tidak dapat diterima di khalayak karena tidak sesuai dengan standar kecantikan yang ada. Menjadi cantik tidak harus tentang tubuh langsing, rambut lurus, wajah putih melainkan tentang bagaimana bisa menerima kekurangan dan kelebihan pada diri sendiri, dan menerima diri sendiri apa adanya tanpa harus melihat dari orang lain.

Hal ini standar kecantikan tersebut dipatahkan oleh Zozibini Tunzi. Seseorang yang berasal dari Afrika Selatan yang memiliki kulit hitam ini membuktikan bahwa bisa menjadi perempuan dalam sejarah yang mampu menjadi pemenang dari Miss Universe 2019 mengalahkan perempuan – perempuan lain yang ada di ajang bergengsi tersebut. Hal ini, menyatakan bahwa perempuan berkulit hitam dari negara manapun  bisa memenangkan kompetisi yang ada. Tonzi berkata kemenangannya adalah bagian dari kemenangan dari perempuan – perempuan dari Afrika secara luas dan dapat membuat kagum di mata dunia.

Tunzi adalah seorang yang aktif dalam melakukan kegiatan kemanusiaan, ia juga mengatakan bahwa ia menolak keras akan kekerasan pada perempuan. Tunzi pun menjadi inspirasi bagi perempuan yang tidak dapat terlihat dan merasa malu untuk mengekspresikan dirinya kepada dunia. Ia juga sangat menantang Patriarki, menurutnya Patriarki adalah sebuah kesalahan di mana perempuan hanya dapat diam dan tidak dapat melakukan sesuatu, dan karena jiwa kepimpinannya yang kuat, ia pun menjadi seorang yang dapat memotivasi seluruh perempuan untuk berani dalam melakukan hal apapun tanpa rasa takut, dan kata – katanya dapat menguatkan kaum perempuan. Berikut kutipan dari Zozibini Tunzi yang dapat memenangkan hati perempuan di dunia

“Saya tumbuh di dunia di mana seorang perempuan yang mirip saya, dengan jenis kulit dan rambut seperti saya tidak pernah dianggap cantik. Dan saya pikir itu harus dihentikan. Saya ingin anak-anak kagum melihat saya,” ungkap Tunzi dalam berita E! News

Di sini membuktikan bahwa cantik tidaklah selalu tentang tubuh ideal, kulit putih,dan rambut lurus untuk bisa menjadi cantik, tetapi dengan kulit hitam beserta rambut keriting pun mampu untuk mewujudkan hal itu. Standar kecantikan yang dibuat oleh beberapa orang tentang menjadi cantik adalah dengan memiliki itu semua, ketika jika ada orang yang tidak memiliki standar dari kecantikan tersebut akan dianggap tidak cantik, bahkan bisa menjadi sebuah bahan ‘bully’ dan orang akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan sesuatu untuk mempercantik dirinya yang sebenarnya bisa menyakiti diri dan mentalnya.

Arti dari cantik adalah tidak selalu berdasarkan pada fisik. Namun, dengan memiliki semangat yang tidak pernah padam, kecerdasan, dan hati yang baik dapat dikatakan sebagai cantik. Walaupun kita tidak bisa mematahkan sebuah standar kecantikan di tengah – tengah masyarakat, tetapi kita bisa memilih dan melakukan apapun yang penting di hidup kita.

Sebagai kaum perempuan, kita harus bisa menjadi manusia yang kuat dalam menjalankan dan bisa mendapatkan apa yang kita inginkan sebagai perempuan. Jika, seorang perempuan bisa menjadi seorang yang kuat dan berpendirian teguh di tengah masyarakat serta mampu untuk menjadi seorang pemimpin, maka sebuah pemikiran ‘Patriarki’ akan semakin tersingkirkan dan sebagai perempuan kita menjadi maju.

Break the beauty standards, so you can be who you are and what you want to be, don’t let society rule your minds. We are more than that.

 

Penulis: Anindia Puspita Anggraeni

Mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Jurusan Hubungan Masyarakat Universitas Indonesia.