Pak Presiden, Hentikanlah Kegaduhan Pilpres Ini

***
Pak Presiden, Hentikanlah Kegaduhan Pilpres Ini
Muslikhin Effendy, Jurnalis GoNews

Mengamati sistem pemilu, pileg dan pilpres 2019, saya akhirnya memutuskan untuk mengirimkan surat terbuka kepada pimpinan tinggi negara yakni Mr President Joko Widodo.

Pertama saya ingin kataka Pak Presiden, sistem pesta demokrasi kita tahun ini terlalu mahal Pak, bahkan pakai banget...

Kementerian bapak yakni (Kemenkeu) telah menganggarkan sebesar Rp 25,59 triliun untuk kegiatan pemilihan umum (Pemilu) serentak pada 17 April 2019. Angka ini naik 61% dibanding anggaran untuk Pemilu 2014 yang sebesar Rp 15,62 triliun.

Selain anggaran penyelenggaraan Pemilu sebesar Rp 25,6 triliun, juga dialokasikan anggaran untuk pengawasan sebesar Rp 4,85 triliun (naik dibanding 2014 sebesar Rp 3,67 triliun), dan anggaran keamanan dialokasikan sebesar Rp 3,29 triliun (anggaran 2014 Rp 1,7 triliun). 

Begitupun anggaran untuk kegiatan pendukung pemilu, meningkat dari Rp 1,7 triliun pada Pemilu 2014 menjadi Rp 3,29 triliun pada Pemilu 2019.

Ini jelas bukan uang Kementerian maupun uang pribadi bapak... ini uang rakyat. 

Dengan anggaran begitu besar, masyarakat tentu berharap agar proses pemilihan dalam pemilu, pileg dan pilpres benar-benar menjunjung tinggi rasa kejujuran, keadilan.

KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu dan Bapak sendiri selalu berpesan dengan anggaran sebesar itu, bapak katakan ayo jangan golput, ayo gunakan hak pilih.

Dan ternyata masyarakat di Indonesia masih nurut dengan ajakan KPU dan bapak Presiden. Mereka antusias, berbondong-bondong ke TPS sesuai seruan bapak presiden.

Bahkan pada Selasa malam (16/4/2019) pak, hampir semua terminal bus di Jakarta membludak. Sampai-sampai banyak juga warga yang tidak mendapat tiket untuk pulang ke kampung demi ingin nyoblos sesuai arahan bapak.

Pada hari Rabu (17/4/2019) pak... warga antusias sekali ingin menyalurkan hak suaranya. Tapi bapak, tidak sedikit yang kecewa. Disaat mereka nurut dengan seruan bapak dan KPU, bapak tahu tidak, ratusan bahkan ribuan warga yang sudah jelas-jelas memegang undangan memilih, justeru tidak bisa memilih, petugas KPPS pun kelabakan karena ternyata kertas surat suara kurang. 

Ini hampir terjadi di ratusan TPS di Indonesia lho pak... kejanggalan lainnya bapak, ada sebagian kertas suara juga sudah tercoblos dengan calon tertentu, ini benar-benar sudah menciderai sistem demokrasi kita bapak...

Tidak hanya itu bapak Presiden, tapi juga banyak sekali ditemukan kecurangan-kecurangan baik itu yang merugikan bapak sendiri sebegai kontestan pilpres, maupun kubu Pak Prabowo-Sandi sebagai penantang bapak.

Dan pemilu kali ini pak, paling gaduh sepanjang sejarah pemilu di Indonesia. Semua lelah, semua capek, terkuras tenaga dan pikiran, bahkan ada petugas KPPS yang meninggal dunia karena kecapean.

Saya tahu, bapak orang baik, bapak orang yang pernah dipercaya rakyat sebagai pemimpin negeri ini. Hentikanlah Kegaduhan ini bapak. 

Jangan sampai nama baik bapak tercoreng. Karena menurut saya, menangpun bapak, masyarakat tidak gembira pak. Karena mereka anggap proses pesta demokrasi kali ini sudah tidak lagi menunjukkan keadilan dan kejujuran. Bahkan fenomena ini sudah tertanam pada anak-anak yang seharusnya belum tahu soal pemilu ini. Dibenak mereka, bapak itu dianggap curang... 

Saya kasihan dengan bapak, keluarga dan anak isteri bapak. Karena jika dipaksakan dengan hasil pemilu saat ini pak, bapak dan keluarga dianggap pemenang atas kecurangan.

Untuk itu bapak, saya hanya masyarakat kecil, masyarakat yang ingin negeri ini tidak gaduh, ayo pak hentikan Kegaduhan ini. Dengan cara, pemilihan ulang di seluruh Indonesia secara jujur, luas bebas dan rahasia. Khususnya untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Masih ada waktu bapak, semua belum terlambat....

Oleh: Muslikhin Effendy, Jurnalis GoNews