• Rabu, 28 September 2022

Perekonomian Indonesia Tidak Jeblok, Kontribusi Konsumsi Yang Menurun

- Senin, 15 Agustus 2022 | 15:07 WIB
Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi
Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi

Oleh: Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi

Kinerja ekonomi makro atau perekonomian Indonesia secara umum tidaklah buruk apalagi jeblok sebagaimana dikhawatirkan banyak pihak, bahkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri.

Memang benar berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II Tahun 2022 (TW II/2022) hanya sebesar 5,4%. Secara kuantitatif. Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut dibandingkan dengan kinerja TW II/2021 yang sebesar 7,07 persen memang terdapat penurunan sebesar 2,67 persen.

Pencapaian ini jelas bukanlah sebuah prestasi, apalagi indikasi membaiknya perekonomian Indonesia secara tahunan, meskipun antara TW I dan TW II Tahun 2022 mengalami perbaikan pertumbuhan ekonomi yang dicapai atau kuartal ke kuartal dalam setahun (quarter on quarter).

Baca Juga: Dua Agenda Politik Hasil Rapimnas Gerindra ; Prabowo Tokoh Pertama Yang Kantongi Tiket Sebagai Capres

Terlebih lagi, secara sektoral kontribusi pertumbuhan ekonomi selama ini ditopang oleh konsumsi, yangmana pada TW II/2022 hanya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 2,92 persen (meskipun terbesar secara sektoral).

Namun, apabila dibandingkan dengan kontribusi sektor konsumsi pada TW II/2021 yang sebesar 3,17 persen, maka terdapat penurunan kinerja sebesar 0,25 persen (0,25%). Artinya, terdapat penurunan kontribusi sektor konsumsi dalam membentuk Produk Domestik Bruto (PDB) selama periode bulan April-Juni 2022, dan ini dibuktikan oleh melemahnya daya beli masyarakat dan tingginya inflasi.

Dengan kata lain, kontributor pertumbuhan ekonomi terbesar kedua sebesar 2,14 persen yang berasal dari kenaikan ekspor sebesar 19,7 persen tidak berarti apapun bagi kelompok masyarakat terbesar di Republik Indonesia.

Baca Juga: Istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi Bakal Segera Diperiksa Polisi

Apalagi kontribusi pertumbuhan ekonomi disisi produksi berasal dari Lapangan Usaha sektor Transportasi dan Pergudangan yang kemudian membentuk PDB Indonesia meningkat dari Rp4.176,4 Triliun menjadi Rp4.919,9 Triliun atau selisihnya Rp743,5 Triliun kelompok masyarakat mana yang menikmati? Atau kenaikan pertumbuhan ekonomi triwulanan pada Tahun 2022 dari 5,07 persen pada TW I ke 5,44 persen diTW II atau selisihnya 0,37 terdistribusi hanya pada kelompok masyarakat tertentu saja.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Tak Mau Berubah, Polri Mengkhianati Reformasi!!!

Selasa, 27 September 2022 | 10:55 WIB

Bersama Merawat Daya Tahan Ekonomi Negara

Minggu, 18 September 2022 | 15:24 WIB

Mahkamah Konstitusi Sungguh Tendensius

Kamis, 15 September 2022 | 21:40 WIB

Kenaikan Harga BBM, Memicu Kemiskinan

Senin, 5 September 2022 | 14:34 WIB

Harga BBM Naik, Apa Yakin Kuota BBM Tidak Jebol

Minggu, 4 September 2022 | 16:50 WIB

Memastikan Subsidi Tepat Sasaran Demi Sehatnya APBN

Senin, 22 Agustus 2022 | 14:28 WIB

Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen untuk Siapa?

Minggu, 7 Agustus 2022 | 10:05 WIB

Jokowi-SMI, Pembangkit Batubara dan G20

Senin, 1 Agustus 2022 | 12:18 WIB
X