• Selasa, 29 November 2022

Ambang Batas Pilpres dan Pilkada sebagai Akar Korupsi Politisi

Anugrah Terbit
- Jumat, 8 Juli 2022 | 18:49 WIB
Gede Sandra
Gede Sandra

Oleh: Gede Sandra

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengungkapkan mahalnya biaya politik di Indonesia. Dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Jakarta kemarin (30/6),

Alexander Marwata mengungkap hasil survei KPK yang menyebut bahwa untuk menjadi calon kepala daerah tingkat II (Walikota/Bupati) diperlukan dana Rp 20-30 miliar. Sementara untuk jadi Gubernur diperlukan dana Rp 100 miliar.

Nilai yang sangat fantastis. Artinya setiap calon Bupati harus mencari seorang cukong, atau beberapa cukong, untuk bisa menyediakan dana sebesar Rp 30 miliar. Bersyukur bila si calon bupati tersebut adalah pengusaha yang sukses, sehingga mempunyai dana sebesar Rp 30 miliar tersebut. Atau setidaknya memiliki aset yang seharga Rp 30 miliar.

Baca Juga: Pemerintah Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional Hadapi Tantangan Global

Tapi kan tidak semua politisi atau aktivis seberuntung itu. Kebanyakan mereka seumur hidupnya hanya bergerak di jalanan, mengajar, menulis, kalaupun bekerja professional tentu tabungannya tak sampai puluhan miliar rupiah.

Sehingga mereka harus cari cukong, tentu haruslah pengusaha sukses, yang tabungannya gemukgemuk. Paling tidak, bila si cukong mau modalin seorang calon bupati, tabungan di rekeningnya setidaknya harus di atas Rp 100 miliar. Sehingga misal dia sumbangkan Rp 30 miliar untuk membiayai seorang calon bupati, maka nilai sumbangannya itu “hanya” 30% tabungannya. Jadi seorang cukong pilkada idealnya memiliki tabungan di atas Rp 100 miliar.

Baca Juga: Perkenalkan Labuan Bajo, Menko Airlangga Berikan Opening Remarks di Sherpa Track Meeting ke-2

Sekarang pertanyaan berikutnya, berapa banyak orang yang memiliki tabungan di atas Rp 100 miliar?

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi 

Senin, 28 November 2022 | 16:00 WIB

Pelayanan Kesehatan dan Keadilan Sosial

Sabtu, 26 November 2022 | 20:11 WIB

Ini Benar-benar Potret Wajah Kita

Jumat, 25 November 2022 | 18:51 WIB

World Peace Forum ke 8 Dalam Catatan Shamsi Ali

Minggu, 20 November 2022 | 19:44 WIB

KPK Kebablasan dalam Penegakan Korupsi

Jumat, 4 November 2022 | 17:30 WIB

Menteri Asal Mangap, Minta Pupuk Diganti Terasi

Senin, 31 Oktober 2022 | 16:50 WIB

Puan Maharani Capres PDIP

Selasa, 25 Oktober 2022 | 13:43 WIB

Malapetaka Kanjuruhan & Mentalitas “Bukan Saya”

Rabu, 12 Oktober 2022 | 10:11 WIB

Tak Mau Berubah, Polri Mengkhianati Reformasi!!!

Selasa, 27 September 2022 | 10:55 WIB
X