• Senin, 5 Desember 2022

Pentingnya Ilmu Terkait Kita Bermadzhab

- Kamis, 9 Juni 2022 | 08:50 WIB
Aulia Humaira (kanan) (dok)
Aulia Humaira (kanan) (dok)

Oleh} Aulia Humaira

Seringkali kita mendengar seruan beberapa oknum tentang peringatan mengikuti mazhab fiqih dengan dalih cukup kita mengikuti apa yang ada di Alquran dan As Sunnah saja, dan Nabi Muhammad sendiri pun tidak memiliki mazhab fiqih.

Lalu apa itu bermazhab? Bolehkah kita beramal tanpa mengikuti madzhab tertentu?
Bagi seorang muslim, wajib baginya menjalankan perintah Allah SWT sesuai dengan apa yang telah diturunkan Alquran dan As Sunnah. Namun kenyataannya tidak semua muslim memahami dan mengetahui secara benar apa yang terkandung dalam Alquran dan Sunnah karena keterbatasan ilmu baik dari segi bahasa maupun kemampuan lainnya, karena dalam memahami kandungan Nash dibutuhkan kemampuan ber-ijtihad yang tak semua orang memiliknya. Ya, orang-orang yang memiliki kemampuan inilah yang kita sebut sebagai Mujtahid.

Baca Juga: Bisa Dijerat UU ITE, Lecehkan Islam dan Budaya Jawa, Hukum Berat Semua Pelaku Nikah dengan Kambing

Mazhab diambil dari bahasa Arab yang artinya jalan yang diikuti, sedangkan secara istilah Mazhab diartikan sebagai sebuah metode yang digunakan seorang Mujtahid untuk menentukan suatu hukum pada dalil tertentu. Metode ini memiliki syarat dan caranya tersendiri sesuai cara pandang imam mazhab dalam memandang suatu dalil.

Sedangkan maksud bermazhab dikutip dari perkataan Al-Syaikh Ramadlan al-Buthi dalam kitabnya berjudul Alla Mazhabiyyah.

"Bertaqlidnya orang awam atau orang yang belum mencapai tingkatan berijtihad kepada mazhab imam mujtahid, baik ia terikat pada satu mazhab tertentu atau ia hidup berpindah dari satu mazhab ke mazhab yang lainnya."

Seperti dikutip dari kitab bulughul shul karya Syekh Muhammad Husein Makhluf bahwa para Ushuliyyun berpandangan jika pendapat para mujtahidin bagi Muqolid layaknya hujjah syari bagi mujtahid, karena semua pendapat para Mujtahid bersumber dari dalil Syari, mereka mengerahkan seluruh kemampuan untuk menafsirkan dan meneliti dalil-dalil hukum tersebut.

Halaman:

Editor: Romi Terbit

Tags

Terkini

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi 

Senin, 28 November 2022 | 16:00 WIB

Pelayanan Kesehatan dan Keadilan Sosial

Sabtu, 26 November 2022 | 20:11 WIB

Ini Benar-benar Potret Wajah Kita

Jumat, 25 November 2022 | 18:51 WIB

World Peace Forum ke 8 Dalam Catatan Shamsi Ali

Minggu, 20 November 2022 | 19:44 WIB

KPK Kebablasan dalam Penegakan Korupsi

Jumat, 4 November 2022 | 17:30 WIB

Menteri Asal Mangap, Minta Pupuk Diganti Terasi

Senin, 31 Oktober 2022 | 16:50 WIB

Puan Maharani Capres PDIP

Selasa, 25 Oktober 2022 | 13:43 WIB

Malapetaka Kanjuruhan & Mentalitas “Bukan Saya”

Rabu, 12 Oktober 2022 | 10:11 WIB

Tak Mau Berubah, Polri Mengkhianati Reformasi!!!

Selasa, 27 September 2022 | 10:55 WIB
X