• Jumat, 1 Juli 2022

Kader Pintar Cegah Stunting

- Senin, 23 Mei 2022 | 13:21 WIB

Oleh: Hilda Lestari dan Hidayati , S.K.M., M.K.M., Mahasiswa dan Dosen dari Prodi Kesehatan Masyarakat UHAMKA

Sampai saat ini, stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang harus dihadapi Indonesia. Stunting adalah keadaan dimana balita mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai tinggi badannya lebih rendah atau pendek dari tinggi balita seusianya. 

Setiap tahunnya prevalensi stunting di Indonesia semakin meningkat, ditambah masa pandemi covid 19 angka pengangguran dan angka kemiskinan selama pandemi meningkat kemungkinan angka stunting bisa ikut meningkat. Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 meyebutkan bahwa prevalensi stunting di indonesia mencapai 24,4% yang dimana satu dari empat anak di Indonesia mengalami stunting.

Penurunan prevalensi stunting di Indonesia masih jauh dari batas yang ditentukan oleh World Health Organization (WHO), dimana WHO menetapkan bahwa prevalensi stunting di suatu negara tidak boleh melebihi 20%. Presiden menargetkan penurunan stunting di Indonesia pada tahun 2024 dari 24,4% menjadi 14%.

Baca Juga: JAMBAKK: Kejagung Segera Periksa Kasus Dugaan Kredit Macet di Bank Banten

Pencegahan dan penurunan prevalensi stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Upaya program pencegahan dan penurunan ini hendaknya melibatkan seluruh peran serta masyarakat , termasuk didalamnya adalah Kader Kesehatan yang ada di Posyandu Kader kesehatan adalah tenaga sukarela yang dipilih oleh masyarakat dan bertugas mengembangkan masyarakat, dalam hal ini kader juga disebut sebagai penggerak atau promotor kesehatan. 

Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelaksanaan posyandu di masyarakat. Kader Kesehatan mempunyai tugas untuk mengelola pelaksanaan posyandu mulai dari persiapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan posyandu di wilayah.

Kader posyandu sebagai tenaga masyarakat yang paling dekat dengan masyarakat. 

Hal tersebut disebabkan karena kader merupakan masyarakat setempat sehingga alih pengetahuan dan alih ketrampilan dari kader kepada masyarakat sekitar menjadi lebih mudah.

Senin (9/5/2022), mahasiswa dan Dosen FIKES Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka mengadakan kegiatan pelatihan Kader Posyandu di Kabupaten Serang, tepatnya di PAUD Tunas Bangsa Desa Tamiang Kecamatan Gunungsari Kabupaten Serang dengan tema “Kader Pintar Cegah Stunting”. 

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Sekarang Saya Jawab…

Minggu, 26 Juni 2022 | 17:03 WIB

Megawati Gagal Paham Soal Papua

Jumat, 24 Juni 2022 | 20:30 WIB

Pertanyakan Soal Islah Bahrawi

Minggu, 19 Juni 2022 | 23:22 WIB

Negeri Akhirat

Jumat, 10 Juni 2022 | 18:43 WIB

Pentingnya Ilmu Terkait Kita Bermadzhab

Kamis, 9 Juni 2022 | 08:50 WIB

Keuntungan BUMN Yang Membahayakan

Rabu, 8 Juni 2022 | 09:37 WIB

Politik Uang Ambang Batas Pilpres

Selasa, 7 Juni 2022 | 23:22 WIB

Great Anies = Great Indonesia

Selasa, 7 Juni 2022 | 08:32 WIB

Menyongsong G20 Presidency dan Deman Balapan

Kamis, 2 Juni 2022 | 16:49 WIB

Ngeri, Kampanye LGBT di Kedubes Inggris

Selasa, 24 Mei 2022 | 21:44 WIB

Kader Pintar Cegah Stunting

Senin, 23 Mei 2022 | 13:21 WIB
X