• Jumat, 1 Juli 2022

Catatan Ketua MPR RI: Upaya Berkelanjutan Untuk Maksimalkan Nilai Tambah SDA

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 15:17 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Oleh: Bambang Soesatyo

MEMAKSIMALKAN nilai tambah sumber daya alam (SDA) yang terkandung di perut bumi nusantara menuntut kerja keras berkelanjutan. Urgensi pemanfaatan energi terbarukan sebagai tuntutan terkini menjadi momentum mewujudkan keras itu. Sebab, dengan SDA berlimpah, komunitas global mengandalkan Indonesia sebagai salah satu kontributor utama energi terbarukan.

Kerja keras itulah yang telah dilakukan Presiden Joko Widodo dan para menteri ketika melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS), baru-baru ini. Baik di forum konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN- AS, maupun dalam pertemuan Presiden dengan CEO Tesla yang juga pendiri SpaceX, ELon Musk, presiden dan para menteri konsisten mempromosikan potensi SDA Indonesia yang menjadi sumber energi terbarukan. Patut untuk diakui bahwa kunjungan kerja presiden bersama para menteri ke AS pada 11-13 Mei 2022 itu terbilang produktif.

Di forum KTT ASEAN-AS, ada dua poin yang menggambarkan produktivitas Indonesia. Poin pertama yang sudah pasti digarisbawahi oleh komunitas global adalah pernyataan sikap dan seruan tentang perlunya upaya bersama mewujudkan stabilitas dunia dan mengakhiri ketidakpastian. Presiden Joko Widodo menyerukan agar perang di Ukraina segera dihentikan.

Tak hanya menyebabkan tragedi kemanusiaan, perang itu nyata-nyata telah memperburuk perekonomian dunia. Harga pangan dan harga energi naik yang menyebabkan inflasi terdongkrak. Pernyataan Presiden RI itu merefleksikan sekaligus menyuarakan hati nurani komunitas global yang menentang perang.

Poin kedua menunjukan kerja pemerintah mempromosikan potensi investasi di Indonesia. Dalam forum yang juga dihadiri para pemimpin bisnis di AS, pemerintah mempresentasikan kekayaan alam nusantara yang berlimpah untuk bahan baku industri serta penyediaan energi hijau.

Indonesia kini tercatat sebagai penghasil besi baja stainless terbesar nomor dua di dunia. Tahap transformasi terkini akan diikuti dengan barang-barang tambang, seperti tembaga dan bauksit untuk aluminium. Seperti diketahui bersama, aluminium akan menjadi tulang punggung industri energi baru dan terbarukan, termasuk baterai litium dan mobil listrik.

Sudah barang tentu pemerintah mengajak pelaku bisnis di AS membangun kemitraan untuk berinvestasi di Indonesia. Ajakan itu ditindaklanjuti dengan terlaksananya pertemuan antara Presiden dengan Elon Musk. Dari pertemuan itu, Elon memberi komitmen investasi dan berencana mengunjungi Indonesia pada November 2022.

Menurut Menteri Investasi dan Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Bahlil Lahadalia, negosiasi dengan Elon Musk sudah mendekati tahap final, dan diproyeksikan mulai berinvestasi membangun pabrik mobil listrik di Indonesia tahun ini. Selain itu, Elon Musk juga tertarik berinvestasi di ekosistem baterai mobil di tanah air. Rencananya, Tesla akan membangun pabriknya di Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekarang Saya Jawab…

Minggu, 26 Juni 2022 | 17:03 WIB

Megawati Gagal Paham Soal Papua

Jumat, 24 Juni 2022 | 20:30 WIB

Pertanyakan Soal Islah Bahrawi

Minggu, 19 Juni 2022 | 23:22 WIB

Negeri Akhirat

Jumat, 10 Juni 2022 | 18:43 WIB

Pentingnya Ilmu Terkait Kita Bermadzhab

Kamis, 9 Juni 2022 | 08:50 WIB

Keuntungan BUMN Yang Membahayakan

Rabu, 8 Juni 2022 | 09:37 WIB

Politik Uang Ambang Batas Pilpres

Selasa, 7 Juni 2022 | 23:22 WIB

Great Anies = Great Indonesia

Selasa, 7 Juni 2022 | 08:32 WIB

Menyongsong G20 Presidency dan Deman Balapan

Kamis, 2 Juni 2022 | 16:49 WIB

Ngeri, Kampanye LGBT di Kedubes Inggris

Selasa, 24 Mei 2022 | 21:44 WIB

Kader Pintar Cegah Stunting

Senin, 23 Mei 2022 | 13:21 WIB
X