• Jumat, 9 Desember 2022

SEAG ke-31 Vietnam, Sepakbola - Thomas Cup 2022 Bulutangkis, Jumat Penuh Baroqah, Terima Kasih ya Allah ...

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 10:51 WIB

Oleh M. Nigara

Wartawan Sepakbola Senior
Komentator tvone
Penasehat PWI Pusat
Anggota SIWO Lintas-Generasi
Anggota AIPS, INA 0076/1

JUMAT PENUH BAROQAH. Sungguh, suasana kebahagiaan ini sedang kita nikmati. Jumat (13/5/2022) malam, hati kita sebagai bangsa Indonesia sedang dicurahkan kegembiraan yang tak terkira.

Dari panggung SEA Games ke-31, Vietnam, tim nasional sepakbola kita memetik kemengan 4-0 atas Filiphina. Dengan hasil itu, posisi kita untuk lolos ke babak semifinal semakin terbuka lebar. Padahal saat Fachrudin Aryanto kalah 0-3 di laga pembuka dari Vietnam, banyak orang yang pesimis begitu rupa.

Beberapa jam setelah itu, kebahagiaan kita semakin menggelora ketika Anthony Ginting dan kawan-kawan berhasil mengandaskan Jepang 3-2, di laga semifinal Piala Thomas, di Bangkok. Laganya sangat menegangkan, maklum kita yang awalnya unggul 2-0, tersedak setelah Jepang marampas dua partai lanjutan, 2-2.

Untung tunggal ketiga kita, Shesar Hiren Rhustavito alias Vito, anak muda berbintang Pices, kelahiran 3 Maret 1995, mampu menumbangkan Kodai Narako.

Begitulah kebahagiaan yang telah Allah SWT limpahkan untuk bangsa kita di Jumat kedua bulan Mei 2022. Meski baru pada tahapan kemungkinan bisa lolos ke semifinal cabor sepakbola di Sea Games dan mampu kembali tampil di final Piala Thomas, untuk bukutangkis, sungguh, kesuksesan dari dunia olahraga itu seolah menjadi pelipur lara.

Ampuh
Keberhasilan itu seolah menjadi penyejuk hati kita yang tetap panas pasca pilpres 2019, karena banyak pihak yang terus mengaduk-aduk perbedaan itu dengan fitnah dan narasi-narasi propokatif. Sengaja menjaga perbedaan bahkan semakin dipertajam untuk kepentingan keekonomian kelompok tertentu.

Keberhasilan itu seperti mampu menenggelamkan bayang-bayang kesulitan hidup lantaran bahan-bahan pokok terus merambat naik. Keberhasilan itu seperti sesuatu yang mampu menutup kisah sulit dan mahalnya minyak goreng.

Halaman:

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi 

Senin, 28 November 2022 | 16:00 WIB

Pelayanan Kesehatan dan Keadilan Sosial

Sabtu, 26 November 2022 | 20:11 WIB

Ini Benar-benar Potret Wajah Kita

Jumat, 25 November 2022 | 18:51 WIB

World Peace Forum ke 8 Dalam Catatan Shamsi Ali

Minggu, 20 November 2022 | 19:44 WIB

KPK Kebablasan dalam Penegakan Korupsi

Jumat, 4 November 2022 | 17:30 WIB

Menteri Asal Mangap, Minta Pupuk Diganti Terasi

Senin, 31 Oktober 2022 | 16:50 WIB

Puan Maharani Capres PDIP

Selasa, 25 Oktober 2022 | 13:43 WIB

Malapetaka Kanjuruhan & Mentalitas “Bukan Saya”

Rabu, 12 Oktober 2022 | 10:11 WIB

Tak Mau Berubah, Polri Mengkhianati Reformasi!!!

Selasa, 27 September 2022 | 10:55 WIB
X