• Kamis, 26 Mei 2022

SEAG ke-31 Vietnam, Sepakbola - Thomas Cup 2022 Bulutangkis, Jumat Penuh Baroqah, Terima Kasih ya Allah ...

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 10:51 WIB

Oleh M. Nigara

Wartawan Sepakbola Senior
Komentator tvone
Penasehat PWI Pusat
Anggota SIWO Lintas-Generasi
Anggota AIPS, INA 0076/1

JUMAT PENUH BAROQAH. Sungguh, suasana kebahagiaan ini sedang kita nikmati. Jumat (13/5/2022) malam, hati kita sebagai bangsa Indonesia sedang dicurahkan kegembiraan yang tak terkira.

Dari panggung SEA Games ke-31, Vietnam, tim nasional sepakbola kita memetik kemengan 4-0 atas Filiphina. Dengan hasil itu, posisi kita untuk lolos ke babak semifinal semakin terbuka lebar. Padahal saat Fachrudin Aryanto kalah 0-3 di laga pembuka dari Vietnam, banyak orang yang pesimis begitu rupa.

Beberapa jam setelah itu, kebahagiaan kita semakin menggelora ketika Anthony Ginting dan kawan-kawan berhasil mengandaskan Jepang 3-2, di laga semifinal Piala Thomas, di Bangkok. Laganya sangat menegangkan, maklum kita yang awalnya unggul 2-0, tersedak setelah Jepang marampas dua partai lanjutan, 2-2.

Untung tunggal ketiga kita, Shesar Hiren Rhustavito alias Vito, anak muda berbintang Pices, kelahiran 3 Maret 1995, mampu menumbangkan Kodai Narako.

Begitulah kebahagiaan yang telah Allah SWT limpahkan untuk bangsa kita di Jumat kedua bulan Mei 2022. Meski baru pada tahapan kemungkinan bisa lolos ke semifinal cabor sepakbola di Sea Games dan mampu kembali tampil di final Piala Thomas, untuk bukutangkis, sungguh, kesuksesan dari dunia olahraga itu seolah menjadi pelipur lara.

Ampuh
Keberhasilan itu seolah menjadi penyejuk hati kita yang tetap panas pasca pilpres 2019, karena banyak pihak yang terus mengaduk-aduk perbedaan itu dengan fitnah dan narasi-narasi propokatif. Sengaja menjaga perbedaan bahkan semakin dipertajam untuk kepentingan keekonomian kelompok tertentu.

Keberhasilan itu seperti mampu menenggelamkan bayang-bayang kesulitan hidup lantaran bahan-bahan pokok terus merambat naik. Keberhasilan itu seperti sesuatu yang mampu menutup kisah sulit dan mahalnya minyak goreng.

Halaman:

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ngeri, Kampanye LGBT di Kedubes Inggris

Selasa, 24 Mei 2022 | 21:44 WIB

Kader Pintar Cegah Stunting

Senin, 23 Mei 2022 | 13:21 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Keropos

Kamis, 12 Mei 2022 | 22:43 WIB

Maporina, Kembali Ke Fitrah Dan Alam

Rabu, 11 Mei 2022 | 11:32 WIB

5 Mei 2022: Kadis Covid-19 Tambah 250

Kamis, 5 Mei 2022 | 18:18 WIB

Makna Pulang

Selasa, 3 Mei 2022 | 20:36 WIB

Nasehat untuk Prof. Budi Santoso

Selasa, 3 Mei 2022 | 18:52 WIB

Memperkuat Ekonomi Kerakyatan

Sabtu, 30 April 2022 | 11:48 WIB

Kebebasan Dulu dan Kini

Kamis, 21 April 2022 | 11:18 WIB
X