• Selasa, 17 Mei 2022

Catatan Ketua MPR RI: Merawat Momentum Pertumbuhan di Tengah Lonjakan Pertumbuhan Harga Energi

- Kamis, 12 Mei 2022 | 12:51 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Ketua MPR Bambang Soesatyo

Oleh: Bambang Soesatyo

PONDASI perekonomian nasional kembali menguat ketika daya rusak pandemi COVID-19 mulai melemah. Konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor sebagai motor penggerak ekonomi mulai menunjukan pertumbuhan yang solid sepanjang kuartal pertama 2022. Penguatan itu terwujud berkat peran semua elemen masyarakat menjaga kondusifitas pada semua aspek kehidupan.

Proses awal dari pemulihan ekonomi nasional yang tergambar sepanjang kuartal-I 2022 itu patut menjadi faktor yang memperkuat optimisme masyarakat. Sebab, setahun lalu, atau pada kuartal-I 2021, perekonomian nasional masih mengalami kontraksi 0,74 persen.

Seperti juga pengalaman banyak negara lain, tekanan pada aspek perekonomian disebabkan oleh Pandemi Covid-19. Karena faktor pandemi, semua mesin perekonomian nyaris bekerja jauh di bawah kapasitas, yang pada gilirannya menyebabkan perekonomian global, termasuk Indonesia, masuk zona resesi. Tekanan yang luar biasa berat terjadi pada 2020 akibat meluasnya penularan virus Corona varian Delta. Tekanan berlanjut di tahun 2021 karena kegagalan mencegah penularan varian Omicron.

Tekanan teramat berat selama 2020-2021 itu nyatanya tidak menimbulkan gejolak sosial yang diakibatkan oleh faktor ekonomi. Kendati kehidupan bersama benar-benar tidak nyaman dan muncul kesulitan pada beberapa aspek, masyarakat masih mampu bertahan dan bersabar menghadapi semua ekses pandemi. Pemerintah merespons ragam kesulitan yang dihadapi masyarakat dengan sejumlah program jaring pengaman sosial.

Maka, proses pemulihan sekarang ini memberi gambaran kepada semua pihak bahwa perekonomian nasional dikelola dengan bijaksana dan penuh dengan kehati-hatian. Pandemi dengan segala eksesnya tidak membuat pemerintah dan masyarakat panik. Kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.

Bahkan, apresiasi setinggi-tingginya layak diberikan kepada komunitas petani tanaman pangan. Berkat pengabdian mereka, aspek ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga dengan baik sepanjang durasi pendemi Covid-19. Sebagaimana dilaporkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, Indonesia tidak impor beras dalam empat tahun terakhir berkat meningkatnya produksi beras di dalam negeri .

Sayangnya, upaya menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah pandemi itu dirongrong oleh ulah segelintir orang yang memanipulasi peruntukan atau alokasi minyak goreng produksi dalam negeri. Perilaku tak terpuji itu menyebabkan terjadinya kelangkaan dan lonjakan harga sejak awal 2022 hingga bulan April lalu.

Beruntung bahwa kasus kelangkaan minyak goreng itu tidak mereduksi proses pemulihan. Kendati masyarakat sangat kecewa dengan kasus itu, kekecewaan itu tidak menekan proses penguatan konsumsi rumah tangga.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Keropos

Kamis, 12 Mei 2022 | 22:43 WIB

Maporina, Kembali Ke Fitrah Dan Alam

Rabu, 11 Mei 2022 | 11:32 WIB

5 Mei 2022: Kadis Covid-19 Tambah 250

Kamis, 5 Mei 2022 | 18:18 WIB

Makna Pulang

Selasa, 3 Mei 2022 | 20:36 WIB

Nasehat untuk Prof. Budi Santoso

Selasa, 3 Mei 2022 | 18:52 WIB

Memperkuat Ekonomi Kerakyatan

Sabtu, 30 April 2022 | 11:48 WIB

Kebebasan Dulu dan Kini

Kamis, 21 April 2022 | 11:18 WIB
X