• Selasa, 17 Mei 2022

Makna Pulang

- Selasa, 3 Mei 2022 | 20:36 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi


Oleh Dr. Legisan Samtafsir

Jakarta, HanTer - Ada banyak makna "pulang". Yang pasti menyenangkan. Lonceng yang paling ditunggu anak-anak sekolah saat di kelas adalah lonceng pulang. Semua perantau, menunggu gembira saat-saat pulang. Apalagi pulang kampung saat lebaran; menyenangkan dan menggairahkan. Kecuali mungkin "pulang kampung" karena kalah bertanding; sedih dan tak bersemangat.

Kata "pulang" memang menggairahkan; Ebiet G. Ade membuatnya menjadi lagu " Aku ingin pulang"; Michael Buble membuat lirik Let me go home; dan Glen Fredly menggubahnya dengan Pulang Kampung.

Baca Juga: Malam Ini Film Perempuan Berkalung Sorban Tayang di tvOne

Tapi ada orang yang tak ingin pulang. Siapa ? Orang yg tak punya rumah, tak punya kampung dan yang tak pernah merantau. Mereka tak ingin dan tak tahu rasanya ingin pulang. Mereka merasa sudah di rumah dan tak perlu berpikir untuk pulang. Baginya tak ada kosakata pulang.

Makna pulang yang paling menyentuh adalah pulang kepada Allah; yang berarti bahwa manusia hidup di dunia adalah merantau. Ada kampung asal manusia, yang kelak akan jadi tempat pulangnya (sangkan paran). Mengetahui sangkan paran adalah kunci kebermaknaan hidup. Mereka yang tak mengenalnya, akan mengalami alienasi dan kehampaan hidup, yang bisa mengakibatkan kesia-siaan.

Baca Juga: Ramai Tagar Desak Polisi Segera Panggil Prof Budi Santosa

Berbeda dengan pulang mudik, pulang kepada Allah adalah visi kehidupan. Ia adalah tujuan terjauh perjalanan manusia, yang jika sudah ditetapkan, akan menjadi telos yang mengantarkan kita pada tujuan akhir, sehingga dapat kita cascade menjadi road map kehidupan kita.

Pulang kepada Allah juga berbeda dengan mudik, karena manusia tidak bisa memilih, mau pulang atau tidak, tahun ini atau tahun depan. Bahkan saat pulang itu datang, manusia harus menjalaninya. Di situ yang terpenting bukan pulang atau tidak, tapi yang penting apakah Allah ridha atau tidak dengan kepulangan kita.

Baca Juga: Nasehat untuk Prof. Budi Santoso

Halaman:

Editor: Romi Terbit

Tags

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Keropos

Kamis, 12 Mei 2022 | 22:43 WIB

Maporina, Kembali Ke Fitrah Dan Alam

Rabu, 11 Mei 2022 | 11:32 WIB

5 Mei 2022: Kadis Covid-19 Tambah 250

Kamis, 5 Mei 2022 | 18:18 WIB

Makna Pulang

Selasa, 3 Mei 2022 | 20:36 WIB

Nasehat untuk Prof. Budi Santoso

Selasa, 3 Mei 2022 | 18:52 WIB

Memperkuat Ekonomi Kerakyatan

Sabtu, 30 April 2022 | 11:48 WIB

Kebebasan Dulu dan Kini

Kamis, 21 April 2022 | 11:18 WIB
X