• Kamis, 1 Desember 2022

Ini 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan dan Peran Masing-masing

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 22:26 WIB
Tembakan gas air mata yang berada di salah satu tribun Stadion Kanjuruhan Malang, usai laga Arema vs Persebaya, Sabtu, 1 Oktober 2022.  (twitter @BosPurwa)
Tembakan gas air mata yang berada di salah satu tribun Stadion Kanjuruhan Malang, usai laga Arema vs Persebaya, Sabtu, 1 Oktober 2022. (twitter @BosPurwa)

HARIANTERBIT.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan enam tersangka dalam tragedi Kanjuruhan.

Penetapan terhadap enam tersangka setelah dilakukan gelar perkara dan alat bukti permulaan yang cukup. 

Enam tersangka dijerat dengan pasal 395 KUHP dan 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematiam atau luka berat, serta pasal 103 ayat 1 jo pasal 52 Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan. 
 
 
Berikut enam tersangka dan peran masing-masing;
 
1. Dirut PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita.
Peran: PT LIB sebagai operator liga bertanggungjawab memastikan setiap stadion memiliki sertifikasi layak fungsi. Namun saat menunjuk Stadion Kanjuruhan PT LIB menggunakan sertifikasi tahun 2020.
 
"Pada saat menunjuk stadion LIB persyaratan fungsi belum dicukupi dan menggunakan hasil verifikasi tahun 2020," katanya dalam konferensi pers di Malang, Jawa Timur, Kamis 6 Oktober 2022. 
 
 
2. Ketua Panpel Arema FC Ahmad Haris.
Peran: Tidak membuat dokumen keselamatan dan keamanan bagi penonton stadion sehingga melanggar pasal ayat 1 regulasi keselamatan dan keamanan.
 
Lalu mengabaikan permintaan dari pihak keamanan dengan kondisi dan kapasitas stadion yang ada. Terjadi penjualan tiket yang seharusnya 38 ribu penonton namun dijual sebesar 42 ribu sehingga terjadi kelebihan kapasitas. 
 
3. Security Officer Arema FC Suko Sutrisno.
Peran: Tidak membuat dokumen penilaian resiko pertandingan. Dan memerintahkan steward meninggalkan pintu gerbang pada saat terjadi insiden. Karena ditinggal dalam kondisi pintu terbuka separuh, ini menyebabkan penonton berdesak-desakan. 
 
"Sebenarnya steward harus standby di pintu-pintu tersebut sehingga kemudian pintu tersebut tentunya bisa dilakukan upaya untuk membuka semaksimal mungkin," jelas Listyo.
 
 
4. Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto.
Peran: Tidak mencegah atau melarang pemakaian gas air mata pada saat pengamanan padahal mengetahui adanya aturan FIFA tentang larangan penggunaan gas air mata. Lalu tidak melakukan pengecekan langsung terkait dengan kelengkapan yang dibawa oleh personel.
 
5. Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarman.
Peran: Memerintahkan anggotanya untuk melakukan penembakan gas air mata.
 
 
6. Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi. 
Peran: Memerintahkan anggotanya untuk melakukan penembakan gas air mata. 
 
Sebelumnya kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema Malang dengan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022. Pendukung Arema turun ke lapangan usai timnya kalah dalam pertandingan tersebut. 
 
Aparat keamanan melakukan pengamanan dengan menembakkan gas air mata di dalam stadion. Terjadi kepanikan saat penonton berusaha keluar stadion. Sebanyak 131 penonton dinyatakan tewas dalam peristiwa tersebut. ***

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polandia vs Argentina: Menang atau Tertendang

Rabu, 30 November 2022 | 07:58 WIB

Kompetisi Liga 1 Batal Berlanjut, Ini Alasannya

Rabu, 30 November 2022 | 07:27 WIB

Wales vs Inggris, Derby Panas Britania Raya

Selasa, 29 November 2022 | 07:52 WIB

Sempat Selebrasi, Rekor Ronaldo Terbaru Gagal Tercatat

Selasa, 29 November 2022 | 07:15 WIB
X