• Kamis, 1 Desember 2022

Mantan Ketum The Jakmania Angkat Suara Tentang Tragedi Kanjuruhan

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:14 WIB
Mantan Ketua Umum The Jakmania periode 2015-2017,  Richard Achmad Supriyanto ((Instagram @achmadrichard18))
Mantan Ketua Umum The Jakmania periode 2015-2017,  Richard Achmad Supriyanto ((Instagram @achmadrichard18))

HARIANTERBIT.com - Mantan Ketua Umum The Jakmania tahun 2015-2017, Richard Achmad Supriyanto, angkat suara atas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022 Malam.

Melalui wawancara singkat yang dilakukan oleh tim HARIANTERBIT.com, Richard menyampaikan bahwa harus ada yang bertanggung jawab dalam kerusuhan yang terjadi seusai laga Derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Ia juga akan terus mendorong Kapolda, Kapolres, dan para jajarannya yang terlibat untuk bertanggung jawab atas kejadian yang menewaskan ratusan suporter Aremania tersebut.

Baca Juga: Prank Laporan KDRT, Polisi Panggil Baim Wong dan Paula

"Terkait soal kejadian itu (tragedi kanjuruhan), memang harus ada yang bertanggung jawab. makanya kita dorong Kapolda, Kapolres, dan jajarannya harus bertanggung jawab atas kejadian itu sesuai dengan instruksi presiden," kata Mantan Ketum The Jakmania, Richard, pada Selasa, (4/10/2022).

Selain itu, Mantan pentolan The Jakmania tersebut juga meminta Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan untuk segera mundur dari jabatanya.

Richard mengungkapkan alasan kenapa dirinya meminta Ketum PSSI untuk mundur dari jabatannya, ia mengatakan bahwa Mochamad Iriawan tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur atau SOP yang tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

"Kedua, kita meminta Iwan Bule harus mundur dari jabatannya. Karena ini terkait SOP yang tidak dijalankan sesuai mekanisme" katanya.

Sebelum pertandingan Arema FC kontra Persebaya dilaksanakan, dirinya mengatakan telah lebih dulu memprotes terkait jam kick off yang terlalu malam untuk laga Derby Jawa Timur kepada pihak Federasi.

Baca Juga: Polri Sebut Dua Anggota Gugur Karena Berdesakan dengan Suporter

Tetapi, hal tersebut tidak digubris oleh pihak Federasi. Ia juga menyebutkan bahwa pihak Federasi hanya mementingkan rating televisinya saja.

"Kita juga sudah memprotes terkait jam malam pertandingan. Ternyata tidak didengarkan oleh federasi, justru mereka hanya mengejar rating," kata Richard.

Sementara itu, Richard dan para relawan akan terus mengawal proses investigasi yang sedang dilakukan. Ia berharap dalam sepekan kedepan tim Investigasi dapat menetapkan para tersangka tragedi kanjuruhan yang merenggut ratusan nyawa tersebut.

"kita tetap akan mengawal proses tim investigasi, dalam sepekan ke depan harus sudah keluar siapa para tersangka dalam kasus tersebut," kata Richard

Baca Juga: Dilaporkan Lesti Kejora, Polisi Harap Rizky Billar Penuhi Panggilan Besok Lusa

"Terkait korban jiwa, Update terakhir dari teman-teman aremania dan juga dari relawan malang ada 180 korban jiwa," pungkasnya.***

 

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polandia vs Argentina: Menang atau Tertendang

Rabu, 30 November 2022 | 07:58 WIB

Kompetisi Liga 1 Batal Berlanjut, Ini Alasannya

Rabu, 30 November 2022 | 07:27 WIB

Wales vs Inggris, Derby Panas Britania Raya

Selasa, 29 November 2022 | 07:52 WIB

Sempat Selebrasi, Rekor Ronaldo Terbaru Gagal Tercatat

Selasa, 29 November 2022 | 07:15 WIB
X