• Kamis, 1 Desember 2022

Rakorsus Tragedi Kanjuruhan: Hanya Cabang Sepak Bola yang Bermasalah, yang Lain Baik-baik Saja!

- Senin, 3 Oktober 2022 | 16:31 WIB
Tragedi Kanjuruhan usai laga Arema vs Persebaya menelan 125 korban jiwa.  (twitter @sitimarsitol)
Tragedi Kanjuruhan usai laga Arema vs Persebaya menelan 125 korban jiwa. (twitter @sitimarsitol)
HARIANTERBIT.com - Pemerintah Indonesia langsung gercep lakukan evaluasi dan pembenahan usai tragedi Kanjuruhan akhir pekan lalu.
 
Menko Polhukam Mahfud MD dan beberapa instansi terkait langsung menggelar Rapat Koordinasi Khusus terkait insiden tersebut di kantor Menko Polhukam di Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta, Senin 3 Oktober 2022.

Diungkapkan Mahfud, pemerintah Indonesia sangat terpukul dengan peristiwa tewasnya 125 orang dalam tragedi Kanjuruhan di Stadion Kanjuruhan Malang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu malam.

"Kami sangat berharap korban tidak bertambah, karena banyak dari mereka yang saat ini masih dirawat di sejumlah rumah sakit," tandas Mahfud dalam konferensi pers yang ditayangkan laman YouTube Kemenko Polhukam, Senin siang.

Mahfud sangat menyayangkan, bukan hanya jatuh korban jiwa yang begitu banyak dalam tragedi Kanjuruhan, hingga sekarang Indonesia menjadi negara terbesar ketiga yang dunia sepak bolanya telah menelan korban jiwa begitu banyak.
 
Baca Juga: Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar, 3 Saksi Diperiksa Polisi

Pertama di Estadio Nacional di Lima, Peru, pada 24 Mei 1964 yang menewaskan 328 orang, lalu kerusuhan suporter di Accra Sports Stadium, Ghana, 9 Mei 2001 yang menewaskan 126 orang.
 
Dan, peringkat tiganya adalah Indonesia, karena telah jatuh korban jiwa 125 orang di Stadion Kanjuruhan. 
 
Tragedi Kanjuruhan ini bahkan berada satu peringkat di atas tragedi Hillsborough di kota Sheffield, Inggris, yang telah menewaskan 96 orang pada 15 April 1989.

Menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo agar semua pihak terkait segera melakukan evaluasi dan pembenahan, Kemenko Polhukam pun telah lakukan koordinasi dan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang ditargetkan bekerja selama dua hingga tiga pekan ke depan.

"Tim ini akan bertugas untuk mengungkapkan tragedi Kanjuruhan, di mana TGIPF ini akan beranggotakan pejabat atau perwakilan kementerian terkait, organisasi profesi olah raga sepak bola, pengamat, akademisi dan media massa. Keanggotaannya akan ditetapkan dalam 24 jam ke depan," ujar Mahfud.
 
Baca Juga: Ramalan Tarot Mingguan 26 September – 2 Oktober 2022 untuk 6 Zodiak: Pisces, Ada yang Ingin Mencuri

Adapun tugas atau langkah jangka pendeknya adalah, meminta Polri agar segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana dalam waktu beberapa hari dan menindaknya, serta melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pengamanan dalam pertandingan sepak bola.

Lalu, TNI pun diminta untuk lakukan tindakan tepat sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Pasalnya, dalam beberapa unggahan video yang menyebar di media massa maupun media sosial, tampak adanya beberapa anggota TNI yang lakukan tindakan yang berlebihan dan di luar kewenangannya.

"Apakah video itu benar atau tidak, Panglima TNI diminta untuk segera meneliti dan segera mengumumkannya kepada kita semua," tandas Mahfud.

PSSI sebagai induk organisasi sepak bola di tanah air pun diminta segera lakukan tindakan ke dalam organisasi mereka secepatnya, agar PSSI bisa dikendalikan secara baik. 
 
Sedangkan dari pihak pemerintah, juga akan segera mengurus santunan sosial yang akan dilakukan dalam satu atau dua hari ke depan.
 
Baca Juga: Resmi Calonkan Anies Baswedan Capres 2024, Ini Alasan Surya Paloh

"Kementerian Kesehatan juga diminta untuk memberikan layanan kesehatan dengan tidak usah dulu mempersoalkan masalah biaya, karena seluruh biaya akan ditanggung pemerintah, baik obat maupun rumah sakit, termasuk trauma healing para korban selamat," tegasnya.

Sedangkan Kemenpora, menurut Mahfud harus segera lakukan pertemuan dengan mengundang PSSI, para pemilik klub, panpel daerah dan pihak-pihak lain yang terkait untuk memastikan tegaknya pelaksanaan peraturan pertandingan.
 
Baik peraturan yang ditetapkan FIFA maupun peraturan yang diatur dalam perundangundangan Indonesia, sebagai bagian dari evaluasi total.

"Sekarang yang dikerjakan tim ini adalah untuk cabang olah raga sepak bola, dan bukan cabang olah raga yang lain. Karena kalau cabang olah raga yang lain, secara umum, baik-baik saja," pungkas Mahfud.***

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polandia vs Argentina: Menang atau Tertendang

Rabu, 30 November 2022 | 07:58 WIB

Kompetisi Liga 1 Batal Berlanjut, Ini Alasannya

Rabu, 30 November 2022 | 07:27 WIB

Wales vs Inggris, Derby Panas Britania Raya

Selasa, 29 November 2022 | 07:52 WIB

Sempat Selebrasi, Rekor Ronaldo Terbaru Gagal Tercatat

Selasa, 29 November 2022 | 07:15 WIB
X