• Minggu, 27 November 2022

Tembakan Gas Air Mata Usai Laga Arema vs Persebaya, Langgar Aturan FIFA

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:22 WIB
Tembakan gas air mata yang berada di salah satu tribun Stadion Kanjuruhan Malang, usai laga Arema vs Persebaya, Sabtu, 1 Oktober 2022.  (twitter @BosPurwa)
Tembakan gas air mata yang berada di salah satu tribun Stadion Kanjuruhan Malang, usai laga Arema vs Persebaya, Sabtu, 1 Oktober 2022. (twitter @BosPurwa)

HARIANTERBIT.com - Laga Arema vs Persebaya berujung kerusuhan Kanjuruhan yang menyebabkan 127 orang kehilangan nyawa. Tragedi sepakbola Indonesia ini menjadi sorotan lantaran adanya tembakan gas air mata dari polosi yang mengarah ke para suporter di Stadion Kanjuruhan, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Dari video yang beredar di media sosial Twitter terlihat tembakan gas air mata ke arah suporter yang berada di dalam tribun stadion

Dikutip dari FIFA.com, dalam "Stadium Safety and Security Regulations" menyebutkan bahwa penggunaan senjata api atau gas pengendali massa tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam stadion. 

Baca Juga: Ramalan Shio Hari Ini 2 Oktober 2022: Shio Ayam Jantan Hati-Hati Bicara

Berikut isi "FIFA Stadium Safety and Security Regulations" pasal 19:

19 Pitchside stewards In order to protect the players and officials as well as maintain public order, it may be necessary to deploy stewards and/or police around the perimeter of the field of play. When doing so, the following guidelines must be considered:

(19 Petugas pinggir lapangan untuk melindungi para pemain dan ofisial serta menjaga ketertiban umum, mungkin perlu untuk menempatkan pramugara dan/atau polisi di sekeliling lapangan permainan. Saat melakukannya, pedoman berikut harus dipertimbangkan:)
 
a. Any steward or police officer deployed around the field of play is likely to be recorded on television, and as such their conduct and appearance must be of the highest standard at all times. 
 
(Pramugara atau petugas polisi yang ditempatkan di sekitar lapangan permainan kemungkinan besar akan direkam di televisi, dan oleh karena itu perilaku dan penampilan mereka harus memiliki standar tertinggi setiap saat.)
 
Baca Juga: Sebelum Berita KDRT Mencuat, Akun Anonim Ini Ungkap Kondisi Rumah Tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar

b. No firearms or “crowd control gas” shall be carried or used. 
 
(Tidak ada senjata api atau “gas pengendali massa” yang boleh dibawa atau digunakan.)

Dari regulasi FIFA menyebutkan bahwa penggunaan senjata api dan gas pengendali massa (gas air mata) memang tidak diperkenankan bagi petugas.

Namun, keputusan tersebut mungkin akan dipegang penuh oleh pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) selaku penyelenggara kompetisi dan panitia penyelenggara.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Nico Afinta menyebut 127 orang meninggal dunia akibat kerusuhan Kanjuruhan seusai laga BRI Liga 1 antara Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022.
 
Dua di antara korban meninggal itu adalah aparat kepolisian. ***

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terbukti, Senegal Masih Terlalu Kuat untuk Tuan Rumah!

Jumat, 25 November 2022 | 23:01 WIB

Harry Kane Dipastikan Fit Pimpin Timnas Inggris vs AS

Jumat, 25 November 2022 | 09:03 WIB

Hazard Kritisi Aksi Tutup Mulut Para Pemain Jerman

Jumat, 25 November 2022 | 08:47 WIB
X