Buntut Kerusuhan Kanjuruhan, Suporter Terancam Dilarang Nonton ke Stadion (Lagi)!

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 08:08 WIB
Menpora Zainudin Amali sangat berduka dan menyesalkan terjadinya kerusuhan di Kanjuruhan. (Ngawi.pikiran.rakyat.com dan kronologi.com)
Menpora Zainudin Amali sangat berduka dan menyesalkan terjadinya kerusuhan di Kanjuruhan. (Ngawi.pikiran.rakyat.com dan kronologi.com)

HARIANTERBIT.com - Kerusuhan Kanjuruhan yang terjadi usai laga BRINLiga 1 antara Arema vs Persebaya yang jûú menewaskan 127 orang, berbuntut panjang. Suporter pun terancam dilarang kembali menonton di stadion.
 
Hal ini ditegaskan Menteri Olahraga dan Pemuda, Zainudin Amali, dalam wawancara jarak jauh dengan Kompas TV di Jakarta, Minggu, 2 Oktober 2022.

Zainudin Amali menegaskan, semua hal terkait pertandingan usai terjadinya kerusuhan Kanjuruhan akan dievaluasi, termasuk kemungkinan pelarangan kehadiran penonton atau suporter di stadion.

Akibat kerusuhan Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya ini, Indonesia kini berada di peringkat dua dalam daftar Deadliest Soccer Matches in History setelah insiden Estadio Nacional Disaster di Lima Peru pada 24 Mei 1964 yang telah menewaskan 328 orang.

Baca Juga: Ramalan Shio Hari Ini 2 Oktober 2022: Shio Naga, Pelan-pelan Tinggalkan Gadget

Menurut Zainudin Amali, hal ini benar-benar tidak bisa ditolerir lagi, dan harus menjadi insiden terakhir yang terjadi di sepak bola Indonesia.

Iamengaku, akan langsung bertolak ke Malang pada Minggu pagi ini, untuk bertemu pihak PSSI dan pihak Arema FC maupun panpel yang saat itu bertugas serta mengkoordinasikan berbagai hal agar insiden serupa ini tak terjadi lagi.

Zainudin menegaskan, ada beberapa hal yang akan menjadi prioritas dalam evaluasi yang dilakukannya, yakni bagaimana penyelenggaraan pertandingan, kesiapan panpel, pengamanan dan apakah selanjutnya penonton tetap bisa meramaikan laga-laga di Liga 1 Indonesia setelah kerusuhan Kanjuruhan ini.

"Bahkan kami juga akan mengevaluasi waktu pertandingan, karena banyak dari pertandingan-pertandingan besar yang digelar di malam hari," tegas Zainudin.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Drama Korea Inspiratif, Cocok bagi Kalian yang Sedang Butuh Inspirasi

Dia mengaku sangat prihatin dengan situasi ini. Apalagi ini terjadi di tengah-tengah kesibukan PSSI dalam mempersiapkan diri menjadi penyelenggara kejuaraan dunia.

"Insiden ini benar-benar mencederai sepak bola Indonesia, padahal sekarang kita sudah mulai bisa menonton langsung di stadion. Ini sangat mengecewakan, tapi kami harus mengevaluasinya kembali, apakah perlu penonton datang ke stadion setelah insiden ini," tambahnya.

Diakuinya, informasi awal yang diterimanya adalah, suporter dari tim yang kalah di pertandingan Arema FC v Persebaya Surabaya tidak terima, sehingga sebagian dari mereka merangsek masuk ke lapangan dan lakukan keonaran. 

Baca Juga: Sebelum Berita KDRT Mencuat, Akun Anonim Ini Ungkap Kondisi Rumah Tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar

Padahal dalam laga ini, hanya ada suporter tuan rumah yang  memenuhi Stadion Kanjuruhan yang berkapasitas 42.449 tempat duduk itu.

Namun, mereka langsung mengamuk ketika laga Arema FC vs Persebaya Surabaya ditutup dengan kekalahan tuan rumah, 2-3.

Sebagian suporter memang tetap berada di tribun penonton, tapi tak sedikit dari mereka yang lakukan pelemparan botol minum atau benda-benda lainnya.***

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prediksi Everton Vs Arsenal: Ujian Berat The Toffees

Jumat, 3 Februari 2023 | 12:25 WIB

Belum Main, Ten Hag Terus Memuji Sabitzer

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:10 WIB
X