• Senin, 26 September 2022

Kisah Pengorbanan Puspita Mendirikan Paracycling Indonesia

- Senin, 11 Juli 2022 | 21:51 WIB
Puspita Mustika Adya (kanan) dengan para atlet disabilitas balap sepeda.
Puspita Mustika Adya (kanan) dengan para atlet disabilitas balap sepeda.

HARIANTERBIT.COM - Ketika Indonesia tampil sebagai tuan rumah ajang Asian Para Games 2018, nama Puspita Mustika Adya kembali muncul. Lewat sentuhan legenda pebalap sepeda Indonesia yang mengantongi sertifikat kepelatihan high level coach organisasi balap sepeda internasional (UCI), Tim Paracyling Indonesia mampu menyumbangkan 1 medali emas, 8 perak, dan 8 perunggu bagi kontingen Merah Putih.

Yang lebih mengesankan lagi, Puspita mampu memunculkan nama Muhammad Fadli Imammuddin yang merupakan mantan pebalap motor yang kaki kirinya harus diamputasi akibat tabrakan di arena sirkuit. Dirinya sukses mengukir tinta emas dengan menjadi satu-satunya atlet paracyling peraih medali emas Indonesia di ajang pesta olahraga atlet disabilitas negara-negara se-Asia itu.

Berkibarnya cabang olahraga paracyling itu tidak datang begitu saja, melainkan lewat perjuangan Puspita Mustika Adya yang ditunjuk sebagai Ketua Komite Paracyling Indonesia di Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI) di bawah kepemimpinan Raja Sapta Oktohari.

Puspita bersama istrinya, Riries Widya mendirikan paracycling di Indonesia dari tahun 2016-2017. Keduanya, mulai mendata atlet paracyling yang bakal direkrut, termasuk M Fadli.

"Istri saya, Riries Widya sempat menjual rumah miliknya pada tahun 2016 untuk biaya pendirian paracyling Indonesia dan juga untuk membiayai perjalanan atlet paracyling binaan tampil di berbagai event," kata Puspita Mustika Adya yang dihubungi baru-baru ini.

"Saya masih ingat, waktu kami mendirikan paracycling ada yang pesimistis. Tetapi, saya tetap mendorong Puspita untuk mewujudkan impiannya ingin mencetak atlet paracyling berprestasi dan membawa harum nama bangsa dan negara. Dan, saya dengan Puspita yang mendatangi M Fadli ke rumahnya di Sentul agar mau bergabung dengan Tim Paracycling Indonesia," timpal Riries Widya.

Baca Juga: Paracycling Tidak Dimainkan pada APG 2022 Solo, Apa Benar NPC Indonesia yang Tidak Menginginkannya?

Saat itu, Puspita dan Riries memang dihadapkan dengan tantangan yang berat, terlebih keduanya nekat menggelar Training Camp (TC) bagi atlet paracycling dengan menggunakan dana pribadi dan bagusnya mendapat dukungan sponsor.

Namun, usaha dan keikhlasan mereka berbuah hasil. Mantan pebalap motor M Fadli yang dibina Puspita secara serius di Velodrom Solo, Jawa Tengah, mampu menempati peringkat empat pada Kejuaraan Paracycling Asia 2017. Padahal, M Fadli tercatat sebagai atlet paracyling pertama Indonesia yang tampil di ajang event Paracyling Asia.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tekuk Curacao 3-2, Peringkat Timnas Indonesia Naik!

Sabtu, 24 September 2022 | 22:49 WIB

Indonesia vs Curacao, Cuco Martina: Kami Siap Buktikan

Sabtu, 24 September 2022 | 08:07 WIB
X