• Selasa, 27 September 2022

Menpora Amali Perintahkan Chandra Bhakti Jaga Atlet Panjat Tebing Menuju Olimpiade Paris 2024

- Senin, 6 Juni 2022 | 21:43 WIB
Menpora Amali yang didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Chandra Bhakti, usai menerima audiensi Ketua Umum FPTI Yenny Wahid beserta pemecah rekor dan Juara Dunia panjat tebing Kiromal Katibin dan Veddriq Leonardo serta pelatih Hendra Bashir.
Menpora Amali yang didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Chandra Bhakti, usai menerima audiensi Ketua Umum FPTI Yenny Wahid beserta pemecah rekor dan Juara Dunia panjat tebing Kiromal Katibin dan Veddriq Leonardo serta pelatih Hendra Bashir.

Jakarta, HanTer - Panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) unggulan yang terdapat dalam Perpres 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), dimana dalam Olimpiade Paris 2024 nanti, cabor ini diproyeksikan mampu mendulang medali, dalam hal ini emas, lantaran juara dunia dimiliki oleh Indonesia.

Oleh karena itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan jika pemerintah dalam hal ini Kemenpora akan mempersiapkan betul perjalanan cabor ini untuk memetik hasil maksimal di Olimpiade Paris 2024 nanti.

Hal tersebut diungkapkan Menpora Amali dalam konferensi pers usai menerima audiensi Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Zannuba A.C. Wahid atau yang dikenal dengan Yenny Wahid, beserta pemecah rekor dan Juara Dunia panjat tebing Kiromal Katibin dan Veddriq Leonardo serta pelatih Hendra Bashir, di kantor Kemenpora, Senin (6/6/2022).

"Kita akan persiapkan betul mereka mulai dari Training Camp-nya (TC) yang jangka panjang. Kita serius mempersiapkan ini, karena mereka merupakan aset Nasional, aset Bangsa yang telah menjadi Juara Dunia, sehingga prestasinya akan tetap terjaga dan terkontrol hingga Olimpiade Paris 2024 nanti," ucap Menpora Amali kepada awak media.

"Nanti Pak Chandra Bhakti sudah tau lah cara menjaga mereka, termasuk tadi saya sudah sampaikan, untuk mereka ke tempatnya atau ke kampungnya, itu harus diatur betul, dijaga dan diawasi, karena jangan sampai hal sepele tapi bisa mengganggu performa, kita jaga sampai Olimpiade Paris 2024, jangan sampai terganggu," tegas Menpora Amali.

Ya, bisa dikatakan, panjat tebing tak henti-hentinya memberikan prestasi gemilang di pentas internasional untuk Indonesia khususnya di nomor speed. Mulai dari Evi Neliwati yang mencatatkan namanya sebagai pemanjat tebing Indonesia pertama Indonesia yang meraih peringkat pertama pada Seri Kejuaraan Dunia (World Cup Series) 2007 yang dilaksanakan di Singapura dengan mengalahkan saingan terberatnya dari Rusia.

Kemudian Aries Susanti Rahayu yang meraih medali emas pada Asian Games 2018 di nomor kecepatan perorangan putri, setelah pada babak final mencatatkan waktu 7.61 detik mengalahkan rekan senegaranya Puji Lestari. Catatan waktu ini sekaligus menjadi record Asian Games.

2019 Pada IFSC Climbing Worldcup di Xiamen, China, Aries Susanti Rahayu berhasil memecahkan rekor dunia Women Speed World Record dengan catatan waktu 6,995 detik menumbangkan rekor sebelumnya 7,101 detik atas nama YiLing Song dari China.

Selain itu, Alfian Muhammad Fajri juga pernah membuat harum nama Indonesia, setelah berhasil meraih gelar juara dunia dalam kejuaraan IFSC Climbing World Cup Chamonix, di Perancis pada 12 Juli 2019 lalu, melalui nomor speed world record dengan catatan waktu 5,764 detik, mengalahkan atlet China Zhong Qixin yang mengoleksi 6,382 detik.

Sebelumnya pada 2018, Alfian juga pernah meraih juara dunia di IFSC Worldcup Chongqing, China, pada April 2019. Kala itu Alfian menorehkan catatan waktu 5,970 detik.

Juara Dunia panjat tebing kembali hadir tiap tahunnya dari Indonesia. Kini giliran Veddriq Leonardo yang memenangkan lomba panjat cepat putra di Piala Dunia Panjat IFSC 2021 yang diadakan di Salt Lake City, AS, pada 28 Mei 2021, sekaligus meraih rekor dunia kategori Speed Men World Record dengan catatan waktu 5,25 detik.

Beberapa bulan kemudian hal serupa dilakukan Veddriq Leonardo yang meraih medali emas dalam nomor speed putra di IFSC Climbing World Cup Villars di Swiss pada Sabtu (3/7/2021), mengalahkan atlet Rusia Dmitrii Timofeev di final setelah mencatatkan waktu 5,329 detik, unggul 2,021 detik dari lawannya.

Veddriq pun kembali menjadi juara dunia pada Sabtu (28/5/2022) lalu yang berlangsung di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat setelah mengalahkan wakil Austria Tobias Plangger dengan mencatatkan waktu 6,33 detik.

Kemudian nama Kiromal Katibin juga terpampang sebagai juara dunia usai mengalahkan wakil Amerika Serikat, Noah Bratschi dengan catatan waktu 5,64 detik, pada hari Jumat (20/5/2022) lalu, bahkan dirinya mampu mempertajam sekaligus memecahkan rekor dunia nomor speed putra dengan catatan waktu 5,10 detik pada babak kualifikasi di World Cup International Sport Climbing (IFSC) 2022 yang berlangsung di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat.

Bahkan ini menjadi kali keduanya bagi Katibin sukses mempertajam rekor dunia dalam satu tahun terakhir, setelah mencetak rekor dengan catatan 5,17 detik pada ajang yang sama ketika berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pada 6 Mei 2022 lalu, dengan mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang kompatriotnya Veddriq Leonardo pada World Cup International Sport Climbing (IFSC) 2021 di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat dengan catatan waktu 5,25 detik.

Dengan demikian, pada Olimpiade Paris 2024 nanti, cabor panjat tebing diharapkan mampu menjadi cabor baru yang bisa mempersembahkan medali emas dalam multi event skala dunia ini, dimana sebelumnya tradisi emas dipersembahkan dari bulutangkis.

Editor: Hermansyah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hasil Indonesia vs Curacao, Garuda Menang 2-1

Selasa, 27 September 2022 | 22:24 WIB
X