• Rabu, 28 September 2022

Gagal Tambah Dua Emas, Pencak Silat Indonesia Dirugikan di Babak Final?

- Senin, 16 Mei 2022 | 20:36 WIB
Pesilat Indonesia Khoirudin Mustakim (biru) berjuang mengalahkan lawannya Muhammad Khairi Adib asal Malaysia di final tarung kelas 50-55kg di SEA Games 2021 Vietnam. (NOC Indonesia)
Pesilat Indonesia Khoirudin Mustakim (biru) berjuang mengalahkan lawannya Muhammad Khairi Adib asal Malaysia di final tarung kelas 50-55kg di SEA Games 2021 Vietnam. (NOC Indonesia)

Hanoi, HanTer - Pencak silat Indonesia harus berlapang dada dengan hasil yang diperoleh di SEA Games 2021 Vietnam. Cabang olahraga beladiri asal Indonesia ini pulang dengan koleksi 1 medali emas, 5 perak, dan 3 perunggu. Hasil ini menempatkan pencak silat Indonesia di ranking 4 klasemen akhir.

Posisi tersebut diamankan Indonesia usai meraih tiga medali perak pada disiplin tarung, Senin (16/05). Adalah Khoirudin Mustakim (50-55kg putra), Muhamad Yachser Arafa (55-60kg putra), dan Ronaldo Neno (80-85kg putra) yang dipaksa mengakui keunggulan lawan mereka saat turun di partai final di Bac Tu Liem Sport Center, Ha Noi.

Hasil ini luar dugaan, mengingat Mustakim sebenernya memiliki kesempatan untuk mencuri emas saat bertanding kontra pesilat Malaysia, Muhammad Khairi Adib Azhar. Sebab, ia awalnya unggul dalam perolehan poin.

Posisi itu mampu dijaganya hingga jelang satu menit sebelum berakhirnya ronde ketiga. Ketidaksengajaan tendangan Mustakim yang mengenai leher Khairi roboh dan mendapat penanganan medis. Suasana langsung berubah menjadi panas dan tak lama kemudian, staf pelatih Indonesia mendapat kartu kuning.

Setelah pertarungan dilanjutkan lagi, perolehan Mustakim dikurangi 10 poin. Hal ini membuat skor menjadi 49-50 untuk pesilat Malaysia. Dengan sisa waktu sekitar 10 detik, Mustakim berusaha menambah perolehan poinnya. Namun skor tetap tak berubah.

"Jadi Mustakim ada tiga kali dirugikan. Pertama, jatuh yang tidak disahkan (harusnya mendapat 3 poin), lalu diberi peringatan yang tidak perlu, serta pengurangan poin yang harusnya 5 jadi 10 poin," kata pelatih pencak silat Tim Indonesia Indro Cipto.

Kekecewaan Indro makin bertambah karena kejadian serupa juga dialami anak latihnya Yachser yang bertemu pesilat Singapura Muhammad Hazim. Yaschser yang sudah unggul hingga ronde ketiga ini melakukan tendangan ke kepala lawan hingga terkapar.

Akibatnya, wasit langsung memberikan Yachser didiskualifikasi tanpa adanya technical review dari VAR. Menurut Indro, keputusan wasit merugikan karena seharusnya anak latihnya cukup menerima pengurangan poin saja.

"Yachser melakukan tendangan karena lawan kondisinya sudah capek. Itu harusnya dapat peringatan, bukan diskualifikasi karena lawannya masih bisa berdiri, tangannya masih bergerak."

Halaman:

Editor: Hermansyah Terbit

Sumber: NOC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hasil Indonesia vs Curacao, Garuda Menang 2-1

Selasa, 27 September 2022 | 22:24 WIB
X