• Senin, 5 Desember 2022

Yuslan Kisra Pintu Masuk Apriyani Rahayu Raih Prestasi Dunia

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 17:18 WIB
Apriyani Rahayu bersama Yuslan Kisra
Apriyani Rahayu bersama Yuslan Kisra

Jakarta, HanTer - Olimpiade Tokyo sudah berakhir bagi Indonesia, di mana medali emas akhirnya mampu diraih kontingen Merah-Putih dari cabang olahraga bulutangkis melalui duet Apriyani Rahayu/Greysia Polii usai menundukkan wakil China, Chen Qingchen/Jia Yifan dengan skor 21-19 dan 21-15, ketika berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Senin (2/8/2021) lalu.

Raihan emas dari bulutangkis tersebut sekaligus sebagai penyambung tradisi bagi Indonesia di pentas Olimpiade. Sontak, sang juara tengah menjadi sorotan publik bulutangkis Tanah Air dan bahkan dunia.

Bagi seluruh masyarakat Indonesia, raihan ini sangat fenomenal dan membanggakan, karena sukses mencatat sejarah untuk pertama kalinya ganda putri Indonesia mampu menembus babak final dan meraih medali emas sepanjang keikutsertaan tim bulutangkis Indonesia di Olimpiade.

Dibalik sukses pasangan ganda putri Indonesia tersebut dengan beberapa catatan sejarah tinta emas, tidak banyak yang mengetahui bagaimana sesungguhnya perjalanan karir sosok Apriani Rahayu, setelah talenta gadis kelahiran Konawe 23 tahun silam ini ditemukan oleh salah satu pencari bakat dari Kemenpora.

Adalah Yuslan Kisra, yang memiliki andil besar dalam karir Apriani. Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Pengembangan Bakat pada Asdep Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora membawa Apriani masuk di Camp Bulutangkis milik legenda bulutangkis nasional, Icuk Sugiarto, yakni Klub Pelita Bakrie,yang saat itu masih di wilayah Duri Kosambi, Jakarta Barat, sebelum pinda ke Sukabumi dan berubah menjadi Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC).

Yuslan yang dulu menjabat sebagai Kepala Mes Pemda Kab. Konawe, bermula saat mendapat telpon dari salah seorang pengurus PBSI Kabupaten Konawe yang menyampaikan, jika Apriani baru saja sukses meraih tiga keping medali emas cabang bulutangkis di nomor tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran, pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI 2011, tingkat Sulawesi Tenggara. Sang penelpon pun meminta pendapat bagaimana baiknya kelanjutan karir Apriani dengan melihat potensi yang ia miliki.

Mendengar hal tersebut, Yuslan menyarankan agar Apri dibawa ke Jakarta dan dititipkan ke camp-camp bulutangkis yang ada. Namun, hal tersebut bukan perkara mudah, karena Apri berasal dari keluarga yang bisa dibilang pas-pasan, sehingga untuk membayar biaya latihan di klub dipastikan tidak sanggup. Yuslan pun berusaha melakukan pendekatan kepada para legenda bulutangkis seperti Icuk Sugiarto, Chandra Wijaya dan Susi Susanti.

Tibalah saat jadwal bermain bulutangkis tim Siwo PWI Jaya, di kawasan Senayan, Jakarta, secara kebetulan Icuk Sugiarto memang sering hadir dan ikut bermain. Kesempatan ini pun tidak disia-siakan Yuslan untuk menyampaikan keinginan membawa Apri berlatih di PB Pelita Bakrie, dimana Icuk Sugiarto sebagai pemiliknya.

Saat disampaikan, semula Icuk tidak begitu tertarik, maklum saja karena ia sendiri belum melihat seperti apa permainan Apri, belum lagi harus membebaskan dari biaya latihan, mess dan bahkan untuk makan 3x sehari. Tapi karena pertemanan yang cukup baik, sehingga mantan juara dunia tunggal putra ini, menyampaikan, silahkan dibawa dan akan dilihat lebih dulu potensinya.

Halaman:

Editor: Hermansyah

Tags

Terkini

Target Indonesia Raih 6 Emas di Kejuaraan WJWC 2022

Minggu, 4 Desember 2022 | 22:15 WIB

Belanda vs AS Siapa Menang Ini Catatannya

Sabtu, 3 Desember 2022 | 17:51 WIB
X