• Selasa, 31 Januari 2023

Dari Yogyakarta, Chandra Bhakti Sampaikan Kabar Gembira Buat Cabor Wushu

- Minggu, 27 Juni 2021 | 03:09 WIB
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti

Jakarta, HanTer - Pelaksanaan Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri II/2021 yang menempatkan Tim Wushu DKI Jakarta menjadi juara umum secara resmi ditutup Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti secara virtual di Yogyakarta, pada Sabtu lalu.

Dari Kota Gudeg itu, Chandra Bhaktii menyampaikan kabar gembira bagi masyarakat wushu. Dia menyebut Menpora Zainudin Amali telah  mengajukan Peraturan Presiden (Perpres) terhadap 14 cabang olahraga unggulan dalam Grand Desain Olahraga Nasional dimana cabang olahraga (cabor) wushu masuk di dalamnya.

"Saya ingin sampaikan bahwa pak Menpora Zainudin Amali telah mengajukan Perpres untuk 14 cabang unggulan dimana cabor wushu termasuk di dalamnya. Surat pengajuan itu sudah berada di Setneg. Kalau sudah menjadi Perpres nantinya maka pengembangan olahraga wushu semakin kuat ke depannya," kata Chandra Bhakti.

Penetapan wushu sebagai cabor unggulan, kata Chandra, berdasarkan satu kajian dari  praktisi dan akademisi olahraga dimana cabang olahraga yang diunggulkan dengan disesuaikan dengan kemampuan fisik orang Indonesia yang mengandalkan teknik dan akurasi.

“Pemilihan 14 cabang olahraga ini sudah melalui satu kajian. Kita melihat lebih pada olahraga yang mengutamakan teknik dan akurasi bukan yang mengandalkan fisik. Jadi, wushu harus dikembangkan terus karena sesuai dengan karakter fisik orang Indonesia," jelas Chandra.

Masalah Grand Desain Olahraga Nasional ini, kata Chandra, sudah koordinasikan ke berbagai daerah. Dengan mengunci pada 14 cabor itu, katanya lagi, daerah juga tidak pusing memikirkan sekian banyak cabor olahraga apalagi sudah ada Perpresnya.

"Mohon maaf cabor lain ya harus berusaha. Dari 14 cabor ini kalau tidak berprestasi maka berlaku pula promosi dan degradasi. Jadi, harus fair juga. Yang tidak berprestasi akan terdegradasi dan cabor lain yang berprestasi akan naik," tegasnya.

Untuk itu, Chandra mengingatkan, perjalanan wushu yang sudah mengukir prestasi di ajang internasional harus menjawabnya dengan prestasi yang lebih baik lagi ke depan. Jangan sampai ketika wushu ditetapkan sebagai cabor unggulan sepuluh tahun atau 15 tahun ke depan ada cerita dulu wushu itu masuk cabor unggulan tetapi sekarang tidak lagi.

"Harusnya yang terjadi dulu wushu masuk cabor unggulan sekarang wushu sangat membanggakan. Semua sasana sudah punya padepokan sendiri dan itu harapan dan doa kita. Bahwa Wushu ke depan akan semakin maju dan perjuangan untuk menjadikan wushu cabor yang dipertandingkan di olimpiade bisa terwujud," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Hermansyah

Tags

Terkini

Chelsea Kembali Datangkan Pemain Baru di Januari Ini

Senin, 30 Januari 2023 | 12:25 WIB

Madrid Ditahan Sociedad, Begini Kata Ancelotti

Senin, 30 Januari 2023 | 10:28 WIB

Bus Persis Solo Dilempari Batu, Persita Minta Maaf

Minggu, 29 Januari 2023 | 08:25 WIB

Aston Villa Tertarik Tampung Aubameyang

Sabtu, 28 Januari 2023 | 18:50 WIB
X