Jelang Pileg 2019, Ruang Kosong di DPR Bukan Berarti Wakil Rakyat Bolos

Harian Terbit/Safari

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta masyarakat memberikan ruang bagi politisi untuk mempersiapkan Pemilihan Legislatif (Pileg)  2019. Jika anggota jarang ke Gedung DPR, bukan berarti para wakil rakyat malas bekerja. Namun sedang melaksanakan tugas negara demi suksesnya Pileg 2019 yang tinggal empat bulan lagi.

"Kalau dua bulan nanti menjelang pileg dan pilpres, ruang di DPR agak sedikit berkurang, sepatutnya mereka bukan membolos, mereka bukan tidak rajin," ujar Bambang saat menghadiri 'Refleksi Akhir Tahun Kinerja MPR, DPR dan DPD' dan pengukuhan pengurus baru Koordinatoriat Wartawan Parlemen Periode 2018-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Bamsoet menuturkan, Pileg 2019 yang juga berbarengan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) akan dilaksanakan secara serentak pada 17 April 2019. Tidak heran, dua bulan menjelang pencoblosan maka di antara anggota DPR yang mencalonkan kembali di Pileg 2019 akan lebih sering turun untuk berkampanye menemui konstituen di sejumlah daerah. Oleh karenanya aktivitas itu bukan berarti anggota DPR bolos bekerja.

"Ruang sidang kosong bukan berarti mereka bolos, tetapi mereka bekerja di daerah. Itulah hakikatnya, karena DPR bukan pabrik, bukan kantoran. DPR adalah ruang politik sehingga mereka tetap bekerja walau tidak ada di ruang DPR," jelasnya.

Merah Putih

Sementara itu Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan, Pemilu 2019 sudah disepakati bersama sebagai kedaulatan rakyat yang paling tinggi. Oleh karena itu walaupun ada perbedaan di antara peserta Pemilu 2019 namun tetap mempunyai tujuan untuk bersatu dan tetap merah putih. Oleh karenanya adanya Pemilu 2019 bukan untuk memecah belah rakyat. 

"Pilihan boleh beda tapi merah putih tetap harus jadi tujuan bersama," paparnya.

Lebih lanjut Zulkifli meminta agar Pemilu 2019 bisa dilakukan dengan damai, menggembirakan serta friendly (bersahabat). Karena Pemilu 2019 merupakan kompetisi antar warga negara Indonesia yang tujuan dari adanya Pemilu adalah agar warga negara Indonesia tetap bersatu.  Sehingga kedepannya Indonesia bisa berdaulat, adil, sejahtera dan setara dengan negara - negara lain.

"Oleh karena itu saya mengajak semua, tim sukses, siapapun boleh beda-beda tapi itu semua dalam rangka mempersatukan kita semua untuk membuat Indonesian berdaulat, untuk Indonesia mencari pemimpin yang legitimate,  makmur dalam berkeadilan," paparnya.

Refleksi Akhir Tahun Kinerja MPR, DPR dan DPD' dan pengukuhan pengurus baru Koordinatoriat Wartawan Parlemen Periode 2018-2020 ini juga dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang (OSO). 

OSO berpesan agar pers menjadi kepercayaan masyarakat. Karena  masyarakat lebih percaya pers dari pada pihak lain. Agar pers bermartabat maka harus mengurangi berita hoaks. Oleh karena itu jangan bodohi masyarakat dengan berita hoaks.

OSO juga meminta agar pers bisa memberitakan atau mengangkat daerah masing-masing sehingga proses pembangunan di daerah menjadi fokus khususnya terkait pembangunan infrastruktur saat ini. Apalagi wartawan juga berasal dari daerah. 

Selain OSO, hadir juga Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid (HNW). Prosesi pengukuhan pengurus baru Koordinatoriat Wartawan Parlemen diisi dengan potong tumpeng yang dilakukan para petinggi DPR, MPR dan DPD.

#Pemilu   #dpr