Cegah Kegaduhan, Perusakan Peraga Kampanye Harus Diusut

Safari
Cegah Kegaduhan, Perusakan Peraga Kampanye Harus Diusut
Atribut partai Demokrat dirusak saat kedatangan mantan Presiden SBY

Jakarta, HanTer - Pengamat politik dari Universitas Bunda Mulia (UBM) Silvanus Alvin dan Direktur Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) Arifin Nur Cahyo meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kasus perusakan bendera partai politik di Pekanbaru dan di Cinajur, Jawa Barat.

Dengan demikian, ujar keduanya kepada Harian Terbit, Senin (17/12/2018), ingga keadilan bisa ditegakkan bagi siapapun yang merasa dizolimi. Penegakan hukum juga dilakukan agar kasus lokal tersebut tidak merembet ke nasional yang bisa merugikan semua pihak. 

"Jangan sampai terulang perusakan alat peraga. Kita harus menghargai hak orang untuk berpolitik. Tindakan vandalisme seperti itu perlu diusut oleh polisi. Cari tahu pelaku dan ungkap apa motifnya. Jangan sampai kasus ini hanya sentimen lokal, tapi dibawa jadi masalah nasional yang memperlebar persaudaraan sebangsa setanah air," papar Silvanus.

Dramatisir

Arifin Nur Cahyo juga mengatakan, perusakan alat peraga kampanye jangan didramatisir. Karena banyak juga alat peraga kampanye yang merusak seperti di paku di pohon, di tempel sembarangan dan lainnya. Oleh karenanya perusakan alat kampanye Partai Demokrat dan Nasdem tidak perlu didramatir seolah olah kasus besar dan terstruktur.

"Jangan buat masyarakat yang fanantik menjadi terpicu untuk tindakan balas dendam. Karena suka atau tidak suka sudah biasa terjadi di masyakarat," jelasnya. 

Arifin menuturkan, adanya perusakan alat kampanye jangan digiring membuat masyarakat takut. Oleh karena itu penegak hukum tangka saja oknumnya dan telusuri. Selain itu partai yang menjadi korban perusakan juga untuk tidak lebay. Jika memang pengrusakan atas faktor like and dislike maka bisa di selesaikan secara kekeluarga sekaligus memberikan edukasi tentang politik kepada masyarakat.

"Parpol juga harus berkaca bahwa ada alat peraga mereka yang mengganggu ketertiban umum. Seperti memasang di sejumlah tempat yang dilarang. Apakah parrpol yang melanggar pemasangan juga harus di tangkap? " paparnya.

Namun demikian, sambung Arifin, kasus perusakan alat peraga Partai Demokrat dan Nasdem harus diselesaikan secara hukum sehingga tidak memperkeruh suasana. Penegak hukum harus menelusuri dengan serius jika memang ada mobilisasi. Karena hal tersebut sangat berbahaya.

#Demokrat   #sby   #polisi