Ketua MWA Diminta Serius Tuntaskan Pilrek Unpad

Danial
Ketua MWA Diminta Serius Tuntaskan Pilrek Unpad
Aliansi Masyarakat Peduli Universitas Padjajaran (Ampun) menggelar unjuk rasa terkait molornya pemilihan rektor (pilrek) Unpad untuk periode 2019-2024. Unjuk rasa digelar di Kampus Unpad, Jatinangor, Kabupaten Sumedang dan konsolodasi terus dilakukan, Kamis (13/12/2018).

Bandung, HanTer – Mahasiswa dari berbagai elemen, fakultas dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar aksi unjuk rasa di Kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (12/12/2018) kemarin. Mereka menuntut pemilihan Rektor Unpad yang baru dipercepat.

Gabungan kegiatan yang mengatasnamakan, Aliansi Masyarakat Peduli Universitas Padjajaran (Ampun) menggelar unjuk rasa terkait molornya pemilihan rektor (pilrek) Unpad untuk periode 2019-2024. Unjuk rasa digelar di Kampus Unpad, Jatinangor, Kabupaten Sumedang dan konsolodasi terus dilakukan, Kamis (13/12/2018).

"Menurut Menristekdikti, diundurnya pilrek ini dikarenakan terjadinya maladministrasi," kata Oman saat menegaskan keterangannya di Kampus Unpad, Jawa Barat, Rabu (12/12/2018).

Akibat enam bulan tanpa kejelasan, Ampun menuntut Majelis Wali Amanat (MWA) dan panitia Pilrek Unpad, menetapkan rektor Unpad terpilih paling lambat 20 Desember 2018, karena setelah tanggal tersebut merupakan status quo civitas akademika.

Kemudian, Ampun pun menuntut MWA dan Panitia Pilrek menjalankan proses pemilihan secara baik dan profesional tanpa kepentingan.

Dirinya mengaku bahwa kegiatan dilakukan tanpa diboncengi kepentingan apapun. Jelas yang dinginkan adalah sebuah hasil dimana pimpinan tertinggi akademik di Universitas Padjajaran dapat segera terpilih.

“Kami tidak ada kepentingan atau menuding pihak lain, kami hanya ingin Pilrek ini segera terpilih siapa rektor kami dan kapan diresmikan,” tegasnya

"Rektor sebelumnya akan habis masa jabatan pada 13 April 2018, maka dari itu tiga bulan sebelumnya yaitu 13 Januari 2018 rektor baru sudah ditetapkan," lanjutnya.

Sementara itu, dari pihak MWA, Profesor Eri mengatakan lambannya pemilihan rektor di Unpad ini akibat ketidak seriusan  Ketua MWA untuk menuntaskan Pilrek tersebut.

“Pangkal ujung masalah ini ada di Ketua MWA, beliau tidak serius menyelesaikan permasalahan ini,” ujar Eri saat dihubungi.

Dirinya pun meminta kepada pengurus MWA lainnya agar meminta sang pimpinan dapat bertindak tegas, lugas dan cepat agar permasalahan Pilrek Unpad ini dapat segera menemui titik terang.

“Semua harus bersatu, Pilrek ini harus segera mendapatkan ujung titik terang, jangan terlalu lama berdilema karena akan menjatuhkan citra baik universitas,” pungkasnya.