Dinilai Tak Pahami Fungsi dan Kebebasan Pers

Rumah Gerakan 98 Laporkan Prabowo ke Dewan Pers

Sammy
Rumah Gerakan 98 Laporkan Prabowo ke Dewan Pers
Ilustrasi Gedung Dewan Pers (ist)

Jakarta, HanTer - Pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang dinilai mengancam kebebasan pers saat sejumlah media tidak Meliput kegiatan reuni 212, mendapat kecaman dari kelompok aktivis yang tergabung dalam Rumah Gerakan 98.

Saat melaporkan hal itu kepada Dewan Pers, Ketua Umum Rumah Gerakan 98, Bernard AM Haloho, menilai sikap Prabowo tersebut menunjukkan bahwasanya tidak memahami fungsi pers dan kebebasan pers.

"Sikap Prabowo merupakan pemaksaan kehendak pribadi dan reaksi emosional. Serta bukan sikap yang patut untuk seorang pemimpin," ujarnya di gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018).

Bernard mengaku khawatir pernyataan Prabowo kepada media tersebut akan membahayakan kebebasan pers jika terpilih menjadi presiden.

"Wartawan memiliki peran penting sejak awal republik ini berdiri, jadi sudah sewajarnya independen. Dan dibanding dua dekade silam, kebebasan pers Indonesia kini jauh lebih baik," kata Bernard.

Akan Ditindaklanjuti
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, mengaku akan menindaklanjuti laporan aktivis Rumah Gerakan 98 tersebut.

"Kami mendengarkan saja, lalu mengumpulkan bukti-bukti, nanti baru akan mendiskusikan. Kan kami harus lebih bijak, karena saat ini tensi politik sedang tinggi," ungkapnya.

Namun Yosep berharap agar masyarakat bisa menghormati wartawan saat melakukan peliputan.

"Tapi mohon juga agar wartawan dalam menjalankan profesinya bisa dihormati, dan wartawan untuk mendapatkan informasi itu bisa dijamin," tuturnya.