Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Bank Mandiri

zamzam
 Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Bank Mandiri

 

Jakarta, HanTer - Pidsus Kejasaan Agung menetapkan seorang tersangka baru kasus dugaan korupsi pembobolan Bank Mandiri sekitar Rp557,135 Miliar oleh PT Central Steel Indonesia (CSI) pada 2011 - 2014.

Tersangka tersebut yakni Mantan Relationship Manager Bank Mandiri Cabang CBC Solo berinsial AP. Penetapan tersangka merupakan pengembangan dari dua tersangka yang kini sudah menjadi terpidana yakni Mulyadi Supardi alias Hua Ping alias A Ping yang merupakan pihak swasta dan Erika Widiyanti Liong selaku Direktur PT CSI. 

AP ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka Direketur Penyidikan Nomor TAP-46/F.2?Fd.1/12/2018 tanggal 4 Desember 2018 yang ditandatangani Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Dirdik pada Jampidsus), Warih Sadono.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Mukri menyatakan tersangka AP selaku pengusul kredit kepada PT CSI telah melakukan perbuatan melawan hukum. Pertama dalam membuat Nota Analisa Kredit (NAK) tanpa melakukan verifikasi dan validasi terhadap dokumen atau data berupa laporan keuangan PT CSI yang tidak benar dan tidak akurat.

"Ditetapkan tesangka AP karena perbuatan melawan hukum," ujar Mukri di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (6/12/2018). 

Selanjutnya, kata Mukri, tersangka AP juga tidal melakukan monitoring atas kredit yang diberikan kepada PT CSI diantaranya meliputirekening dan aktivitas usaha debitur, pemenuhan kewajiban dan persyaratan kredit debitur dan mengambil langkah pencegahan atas penurunnan kredit. 

Lalu untuk Pasal yang disangkakan terhadap AP, lanjut Mukri, Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Pada 12 April 2018, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat memvonis Mulyadi Supardi alias Hua Ping dan Erika Widiyanti Liong. Hua Ping divonis 5 tahun 6 bulan dan denda Rp300 juta subsidider 6 bulan. Sementara Erika divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidier 6 bulan.

Keduanya merupakan direksi dari PT CSI. Perusahaan tersebut mendapatkan kredit dari Bank Mandiri mencapai Rp 557,135 miliar. Menurut majelis hakim, kucuran kredit dari Bank Mandiri tidak digunakan untuk modal kerja perusahaan, melainkan dibagi-bagikan kepada para pemegang saham.

Begitu juga dengan upaya pengembalian kredit Bank Mandiri, perusahaan juga sudah mengupayakan lewat jalur penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) tapi berakhir dengan kepailitan. Dalam hitungan penyidik, kerugian negara dalam kasus  adalah Rp201,176 miliar. Rinciannya, kredit, bunga dan denda Rp557,135 miliar dikurangi nilai aset PT CSI Rp355,959 miliar. 

#Tersangka   #Baru   #Kasus   #Pembobolan   #Bank   #Mandiri