Ruhut: Tudingan Prabowo 99 Persen Rakyat Hidup Pas-pasan Ngawur

Indef: Program Ekonomi Kerakyat Jokowi bisa Atasi Gap Kemiskinan. 

Anugrah
Indef: Program Ekonomi Kerakyat Jokowi bisa Atasi Gap Kemiskinan. 
Obrolan Barnus (Barisan Nusantara ), relawan Jokowi Maruf pimpinan Nurdin Tampubolon. Ruhut Si Raja Minyak ini ditemani oleh pengamat ekonomi Instute for Developmen of Economis and Finace (Indef) Nailul Huda. 


Jakarta, HanTer -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul menyinggung soal cuitan Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto  soal angka kemiskinan di Indonesia. Prabowo mengatakan, sekitar 99 persen rakyat Indonesia hidup dalam kategori pas-pasan. 

Ruhut menyampaikan statmen Prabowo beberapa waktu yang lalu tidak masuk akal. "Gak masuk diakal lah. Kalau 99 persen masyarakat Indonesia miskin. Berarti 1% dia yang nikmatin," ujar politisi yang dijuluki Poltak ini, Rabu (5/12). 

Ruhut saat itu menghadiri Obrolan Barnus (Barisan Nusantara ), relawan Jokowi Maruf pimpinan Nurdin Tampubolon. Si Raja Minyak ini ditemani oleh pengamat ekonomi Instute for Developmen of Economis and Finace (Indef) Nailul Huda. 

Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan isu hutang negara kerap diutarakan kubu sebelah untuk menggaet suara. 

"Utang sekarang ini harus dilihat peninggalan sebelumnya. Ia memang Pak SBY, tapi jangan juga salahkan dia. Kita akan alokasikan utang untuk kepentingan rakyat," ujarnya. 

Menanggapi hal tersebut, pengamat ekonomi Nailul Huda menyebutkan, kebijakan yang diambil pemerintah untuk menepis isu tersebut dengan program yang menyentuh masyarakat. 

"Kebijakan sekarang, salah satunya mengenai penggunaan dana desa, bisa dialokasikan ke sektor padat karya, yang menyerap tenaga kerja,"jelas Huda. 

Disatu sisi meski program Badan Usaha Milik Desa BUMDes belum bisa menghasilkan kesejahteraan. Huda menilai minimal masyarakat bisa melewati gap kemiskinan. 

"Ketika ada kebijakan itu, banyak uang BUMdes yang disalurkan. Dampaknya masyarakat bisa melewati ambang batas miskin," imbuhnya.

Sementara, Ketua Umum Barisan Nusantara Nurdin Tampubolon mengatakan, pelemahan rupiah sendiri memang tidak terlepas dari kondisi perekonomian global yang belum membaik. Pihaknya juga menyoroti suku bunga yang tinggi. Saat ini suku bunga acuan BI mencapai 6 persen.

"Kami berharap suku bunga tidak terlalu tinggi. Supaya industri juga semakin mempunyai daya saing," pungkasnya