Sudah Dicekal, Polda Angendakan Panggilan Pemeriksaan Habib Bahar

Danial
Sudah Dicekal, Polda Angendakan Panggilan Pemeriksaan Habib Bahar
Habib Bahar bin Smith

Jakarta, HanTer - Polda Metro Jaya meningkatkan penanganan laporan Cyber Indonesia terhadap Habib Bahar bin Smith ke tingkat penyidikan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan beberapa orang saksi sudah diperiksa terkait kasus dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith ini.

"Untuk kasus ini sudah naik penyidikan sehingga kita mau mencari, keterangan-keterangan kan sudah kita ketahui ya. Saksi-saksi sudah. Saksi ahli sudah. Kita sudah naikkan ke penyidikan kita baru mencari siapa pelakunya," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/12/2018).

Menurut Argo, penyidik memanggil Habib Bahar untuk dimintai keterangan yang agendanya sementara disiapkan. "Kita tunggu agenda," bebernya.

Perkara yang dilaporkan adalah dugaan tindak pidana ujaran kebencian melalui media elektronik dan atau tindak pidana tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis dan/atau tindak pidana

Sebelumnya pada Sabtu 1 Desember 2018, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pencekalan Habib Bahar bin Smith terkait kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo sudah dilakukan.

"Yang bersangkutan telah dilakukan pencekalan pada hari ini, sesuai surat dari Bareskrim Polri tertanggal 1 Desember 2018 ke Dirjen Imigrasi," ujar Dedi.

Sebelumnya, Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid melaporkan Habib Bahar bin Smith ke Polda Metro Jaya pada Rabu (28/11/2018). Pelaporan terkait pernyataan Habib Bahar yang dinilai mengandung unsur kebencian.

Penghinaan terhadap penguasa umum sebagaimana Pasal 45 A ayat 2 UU RI No 19 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 4 huruf b angka 2 Jo Pasal 16 UU RI No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Pasal 207 KUHP. Laporan itu teregister LP No: TBL/6519/XI:2018/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 28 November 2018.