Kapolda Tegaskan ke Kapolres, Oknum Polisi Narkoba Segera Pecat

Danial
Kapolda Tegaskan ke Kapolres, Oknum Polisi Narkoba Segera Pecat
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis

Jakarta, HanTer - Aparat hukum yang seyogyanya menjadi ujung tombak pemberantasan narkoba, seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat. Namun ada empat lagi oknum anggota polisi Polda Metro Jaya dari Direktorat Sabhara malah terjerat kasus narkoba.

Hal ini membuat Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis berang, dan menegaskan pemecatan empat anggota tersebut. Ketika melakukan kunjungan kerja ke Polres Metro Jakarta Utara. Idham memerintahkan Kabid Propam untuk menuntaskan kasus yang melibatkan empat oknum polisi itu.

"Perintah saya sama Kabid Propam serahkan narkoba proses pidananya dan pecat. Itu saja. Nggak usah lebih-lebih. Cukup kalimatnya," ujar Idham di hadapan sejumlah perwira di lingkungan Polda Metro Jaya, Rabu (5/12/2018).

Pernyataan Idham pun menjadi tamparan keras bagi anggota yang terlibat kasus narkoba. Apalagi, ia paham betul usia dan jenjang karir anggota tersebut.

"Di Direktorat Sabhara ada 4 anggota yang ketangkap narkoba. Saya prihatin anggota itu baru Berpangkat Bripda. NRP 94 kalau nggak salah, artinya dia baru berumur 24 tahun. Ketangkap 4 orang," beber Idham.

Awalnya sudah berulang kali Idham mengingatkan saat berkunjung ke setiap Polres untuk menjauhi narkoba. Ia menuturkan narkoba bisa menghancurkan diri sendiri, keluarga, dan masa depan.

"Kalau hukuman sipil yang pakai narkoba itu bisa sampai 10 tahun, kalau polisi yang tahu aturan main, tahu polisi pakai narkoba itu harusnya dia dihukum mati," ungkap Idham.

Mantan Kadiv Propam ini mengingatkan agar setiap pejabat Polri dan Kapolres untuk tidak pikir panjang jika mendapati anak buahnya terjerat narkoba.

"Jadi saya ingatkan kepada pejabat dan Kapolres di sini, kalau ada anak buahmu yang pakai narkoba nggak usah lihat kiri kanan, pecat! Siapa pun dia itu," pungkas Idham.

Sebelumnya pakar hukum tata negara, Margarito Kamis mengungkapkan peredaran narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Sehingga aparat hukum harus difasilitasi peralatan yang canggih seperti dalam penanganan peredaran narkoba melalui pelabuhan liar atau di tengah laut lepas.

"Harus ada kapal canggih, mengejar kapal yang memasok melalui pelabuhan (jalur) tikus. Jangan sampai kalah cepat," ungkap Margarito saat dihubungi.