Fadli Zon Minta Rakyat Maklum DPR Disibukkan dengan Politik Partai 

Harian Terbit/Safari
Fadli Zon Minta Rakyat Maklum DPR Disibukkan dengan Politik Partai 
Suasana rapat paripurna DPR RI

Koordinator Alaska (Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran) Adri Zulpianto mengatakan, saat ini fungsi legislasi DPR RI seperti mati total, anggota legislatif justru disibukkan dengan hal politik partai, bukan politik kemasyarakatan. Oleh karenanya tidak heran Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang mengakui kinerja anggota DPRD jeblok. Sehingga Fadli Zon meminta agar memakluminya apalagi saat ini di tahun politik.

"Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, anggota legislatif lebih memilih menghabiskan anggaran untuk jalan-jalan, baik dalam maupun luar negeri, tapi tugas legislasi tidak berjalan optimal," ujar Adri kepada Harian Terbit, Selasa (4/12/2018).

Adri menyebut, dari 50 RUU, dari tahun 2014 hingga 2017, hanya 4 RUU yang dapat diundang-undangkan, seperti UU MD3, tersebut antara lain RUU tentang Pembernatasan Tindak Pidana Terorisme, RUU Tentang Kekarantinaan Kesehatan, dan RUU tentang perubahan atas UU no 20 tahun 1997 tentang penerimaan negara bukan pajak (RUU PNBP).

Fungsi Trias Politica tidak berjalan simultan, ketiga lembaga asyik berjalan masing-masing yang dapat dilihat, Perpres lebih banyak bermunculan daripada Undang-Undang.Banyaknya Perpres dibandingkan Undang-Undang, bisa jadi bukti bahwa lembaga Trias politica tidak saling percaya satu dengan yang lainnya.DPR saat ini mati, dan lebih terlihat seperti lembaga perwakilan partai ketimbang perwakilan rakyat. 

Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, jika sadar kinerja anggota DPR jeblok maka harusnya gaji dan tunjangan mereka dipotong  sehingga rakyat bisa memahami dan memakluminya. Saat ini kinerja DPR tidak ada sanksi apapun.Tidak heran kinerja DPR hanya membuat rakyat tambah sakit saja.

"Saya nilai kinerja DPR jeblok karena terlalu banyak kunker (kunjungan kerja) kemana mana.Apalagi saat ini, banyak kunjungan ke dapil dan lobby ke BUMN-BUMN," jelasnya.

Uchok mengakui kunker itu untuk studi banding agar UU yang dihasilkannya bisa berlaku secara komprehensif.Hanya saja karena kunker dilakukan untuk plesir atau liburan semata maka hasil yang dicapai dari kunker tersebut tidak ada hasilnya.
.
Rakyat Maklum

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengakui adanya penurunan intensitas kinerja anggota DPR di tahun politik atau menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

Hal itu ia ungkapkan saat dimintai tanggapannya mengenai penilaian Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) yang menyebut kinerja anggota DPR selama Masa Sidang I Tahun Sidang 2018-2019 cenderung turun.

Menurut Fadli, penurunan kinerja anggota legislatif saat ini merupakan hal yang patut dimaklumi. Sebab, banyak anggota DPR yang kembali mencalonkan diri pada Pileg 2019.Selain menjalankan tugasnya sebagai anggota legislatif, para anggota DPR juga disibukkan dengan kegiatan kampanye dan kunjungan ke daerah pemilihan (dapil).

"Saya kira pasti akan terjadi penurunan intensitas (kehadiran) karena ada banyaknya kegiatan di dapil kan sekaligus kampanye.Ini saya kira yang perlu dimaklumi juga.Ini terjadi di semua partai politik," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Meski demikian, Fadli mengklaim penurunan tingkat kehadiran anggota tidak mengganggu kinerja DPR.Ia mengatakan, fungsi DPR dalam hal legislasi, pengawasan dan anggaran tetap berjalan. Fadli mencontohkan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) menjadi undang-undang pada Rapat Paripurna ke-9 masa persidangan II di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2018).

"Seperti hari ini kan kita mengesahkan sebuah UU juga dan masih ada UU yang lain. Kerja DPR bukan hanya legislasi, tapi juga pengawasan dan budgeting. Saya kira hal-hal yang penting tidak ada yang terganggu," kata politisi dari Partai Gerindra itu.

Kajian Formappi

Sebelumnya, Peneliti Fungsi Pengawasan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) M. Djadijono mengkritik kinerja anggota DPR selama Masa Sidang I Tahun Sidang 2018-2019.

Menurut Djadijono, DPR belum melaksanakan tugas pokok dan fungsi dengan baik bahkan cenderung jeblok. Djadijono menuturkan, implementasi fungsi legislasi DPR sangat minim hasil dan prestasi.Djadijono juga menyoroti DPR yang menunda-nunda penyelesaian pembahasan RUU Prioritas.

RUU-RUU yang sudah dibahas selama lebih dari 5 kali masa sidangpun pada rapat paripurna penutupan masa sidang I Tahun Sidang 2018-2019 justru disetujui untuk diperpanjang waktu pembahasannya.

#DPR   #politik   #fadlizon   #pilpres   #pemilu