Drs Sirmadji, MPd Usulkan Sistem Kepariwisataan Penuhi Standar Internasional Berdasarkan Pancasila

romi
Drs Sirmadji, MPd Usulkan Sistem Kepariwisataan Penuhi Standar Internasional Berdasarkan Pancasila
Drs Sirmadji, MPd dan audiens/ ist

Kediri, HanTer – Industri pariwisata Indonesia selalu menyita perhatian publik. Bukan hanya turis lokal, namun, wisatawan mancanegara pun dibuat terkesima. Tak  heran, jika setiap tahun turis yang datang ke tanah air jumlahnya selalu meningkat. Kendati demikian, Indonesia menghadapi tantangan yang begitu kuat terkait pariwisata terutama dalam menyikapi liberisasi secara objektif.  

“Intinya dalam menyikapi liberalisasi pariwisata secara objektif, Indonesia harus menerapkan sistem pendidikan kepariwisataan yang memenuhi standar Internasional dan berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila,” kata Drs Sirmadji, MPd saat menjadi narasumber dihadapan ratusan peserta Kelompok Sadar Wisata se-Kabupaten Tulung Agung di Desa Campurdarat, Kec Campurdarat, Kediri Jawa Timur, Rabu (5/12/2018).

Selain itu, ia mengatakan harus dibuat undang-undang atas liberalisasi pariwisata yang sesuai berupa kebijakan proteksi atas nilai-nilai kebudayaan yang bersumber dari Pancasila. “Pancasila menjadi landasan berfikir dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi pariwisata Indonesia. Apabila peran asing terlalu mendominasi pariwisata Indonesia, masyarakat Indonesia tentu mengalami kerugian,” terangnya.

Sirmadji menambahkan untuk membangkitan semangat nasionalisme melalui pariwisata perlu dilakukan sebuah cara jitu berupa program-program unggulan.
“Mengangkat sejarah, budaya dan destinasi unggulan tanah air mampu membangun kebanggaan nasionalisme yang seiring dengan semangat Pancasila. Bersama kekayaan budaya Indonesia, butir-butir Pancasila lahir dan menginspirasi kehidupan masyarakat yang majemuk. Namun dapat hidup damai berdampingan, hal tersebut menggambarkan pelita bangsa dibangun berdasarkan semangat gotong royong,” jelasnya.

Dikatakannya, kompleksitas masalah industri pariwisata juga berhubungan erat dengan upaya pengembangan pariwisata yang ternyata juga mempunyai dampak terhadap lingkungan. 

“Terdapat dua aspek penting yaitu masalah industri pariwisata yang berorientasi pada lingkungan dan pengembangan pariwisata yang berorientasi pada pelestarian fungsi lingkungan. Pengembangan pariwisata harus mengacu dan memperhatikan ketentuan Pasal 12, Pasal 13 dan Pasal 14 Undang Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” tambahnya.