Penyidik Kantongi Dua Alat Bukti Dugaan Mark Up Kemah Pemuda

Dana
Penyidik Kantongi Dua Alat Bukti Dugaan Mark Up Kemah Pemuda
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono

Jakarta, HanTer - Kasus dugaan mark up kemah pemuda masih didalami penyidik, dimana Polda Metro Jaya mengungkapkan sudah memiliki dua alat bukti dalam kasus dugaan penyimpangan anggaran kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) beserta organisasi kepemudaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, semua yang bertanggungjawab berpotensi menjadi tersangka, dan dalam proses penyidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti laporan pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan itu.

"Kita sudah memeriksa LPJ-nya yang ada di Kemenpora, kita juga sudah memeriksa beberapa saksi yang berkaitan kegiatan tersebut, baik itu tempat untuk menginap, sarana dan prasarana yang ada. Kemarin juga kita sudah memeriksa dari panitia (sekretaris dan bendahara dari PP Pemuda Muhammadiyah) berkaitan dengan kegiatan itu. Tentunya kita sudah memiliki dua alat bukti yang cukup dari kepolisian," ujar Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/12/2018).

Dijelaskannya kegiatan kemah pemuda memakai uang rakyat, sehingga harus dipertanggungjawabkan dengan baik penggunaannya. "Kita harus mempertanggungjawabkan berkaitan dengan keuangan tersebut, karena menggunakan uang rakyat. Jadi 1 rupiah pun harus dikembalikan uang itu," bebernya.

Mengenai adanya dugaan tandatangan Dahnil Azhar Simanjuntak selaku Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ketika itu, merupakan hasil scan, Argo menegaskan, penyidik akan menelusurinya. Namun, intinya semua yang bertanggungjawab berpotensi menjadi tersangka.

"Tentunya apakah di-scan itu memberitahukan (ke Dahnil) nggak? Jadi dari yang di-scan itu memberitahukan tidak? Kan di situ. Itu akan kita telusuri ya. Tentunya nanti siapa yang bertanggungjawab akan kita jadikan tersangka. Jadi semua harus kita cek, jadi semua yang bertanggungjawab bisa jadi tersangka, ada potensi semua," katanya.

Sebelumnya, kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia itu digelar di Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Penyidik telah menaikkan status kasus dugaan penyimpangan penggunaan anggaran itu dari penyelidikan ke tingkat penyidikan karena telah memiliki alat bukti yang cukup.

Penyidik sebelumnya telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya terkait kasus ini. Mereka adalah Abdul Latif dari Kemenpora, Ahmad Fanani dari Pemuda Muhammadiyah, Safarudin dari GP Ansor, dan Dahnil Anzar Simanjuntak.