Sirmadji Ajak Generasi Muda untuk Tanamkan Jiwa Pancasila

romi
Sirmadji Ajak Generasi Muda untuk Tanamkan Jiwa Pancasila
Sirmadji saat menjadi narasumber/ ist

Blitar, HanTer - Belakangan banyak pemberitaan ada sejumlah pihak yang dianggap anti Pancasila. Entah itu hanya sebuah framing, atau memang sudah menjurus ke arah sana. Padahal, Pancasila menjadi kebutuhan bangsa ini. 

Beranjak dari itu, seminar kebangsaan bertajuk Sosialisasi MPR yang digelar oleh Kelompok Tani se Kabupaten Blitar di Gedung Pertemuan Fish Garden dengan nara sumber Drs. Sirmadji, MPd dianggap sebagai solusi mempererat persatuan. 

“Pancasila merupakan satu-satunya ideologi di Indonesia. jika ada organisasi masyarakat yang ingin keluar atau mengganggu ideologi Pancasila serta pilar negara yang lain, yakni UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, dianggap bertentangan dengan hal yang sangat fundamental bagi bangsa Indonesia. Harus dipastikan, negara tidak akan diam dalam menghadapi gerakan-gerakan yang merongrong tersebut,” kata Drs Sirmadji, MPd, Ahad (25/11/2018).

Dihadapan 150 peserta, Sirmadji menegaskan dalam Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 yang menyatakan bahwa Partai Komunis Indonesia adalah organisasi terlarang. Oleh karenanya, konstitusi menjamin hak berserikat dan berkumpul. 

“Salah satu tantangan itu adalah isu demokrasi yang tidak bisa memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi warga. kita harus bersama Pemerintah kuat untuk mencegah adanya ruang-ruang publikasi untuk mempengaruhi warga akibat isu SARA. Untuk itu kita harus saling mengingatkan dan menanamkan Pancasila dengan membuktikan dengan dasar negara Pancasila ini Indonesia bisa maju dan sejahtera,” terangnya.

Ditambahkannya, memaknai kesaktian Pancasila dalam diri di seluruh masyarakat secara baik yakni bagaimana warga bisa menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Pancasila sebagai fondasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. 

“Menanamkam kedalam hati, jiwa serta raga dengan penuh penghayatan dan pengamalan, membenahi pembangunan daerah baik fisik maupun non fisik seperti program-progeam revolusi mental generasi muda yang dimulai dari pendidikan di sekolah, mewarnai kehidupan, dengan nilai-nilai luhur Pancasila dengan membiasakan diri melakukan kebaikan-kebaikan dan dengan hidup yang positif,” tambahnya.

Selain itu, Sirmadji menjelaskan jangan memaksakan kehendak sendiri serta jangan memaksa orang lain pada apa yang kita inginkan. Jika nilai-nilai luhur pancasila menjadi pandangan hidup dan mengilhami setiap perbuatan dan tindakan.

“Maka kita tidak akan merasa benar sendiri, paling hebat sendiri, tidak akan menjadi provokator yang memecah belah masyarakat, serta tidak menjadi orang yang selalu mencari-cari kesalahan orang lain, dan menyebarkannya tidak pula menebarkan kebencian yang merusak keharmonisan dan kebersamaan,” jelasnya