Jokowi-Prabowo untuk Umat Islam

sammy
Jokowi-Prabowo untuk Umat Islam
Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Prabowo

Jakarta, HanTer - Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto sama-sama berkomitmen memperjuangkan kepentingan Islam.

“Jokowi berkomitmen memperjuangkan kepentingan umat Islam.Ini terlihat dari intensitas pertemuannya dengan para ulama di berbagai pesantren yang dikunjunginya, termasuk mengundang mereka ke istana," kata Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, KH Maman Imanulhaq di Garut, Jawa Barat, Senin.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan, Majalengka itu juga menyampaikan bahwa banyak kebijakan Jokowi yang mendukung ekonomi umat Islam.

Jangan Ragukan

Sementara itu, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade di Jakarta, Senin (3/12/2018), mengatakan, jangan pernah ragukan komitmen Prabowo Subianto untuk membela Islam dan ulama. 

“Rekam jejak inilah yang dipegang para ulama dalam memutuskan memilih Pak Prabowo di Ijtimak Ulama," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade di Jakarta, Senin (3/12/2018).

Andre mengatakan, Prabowo selama ini memiliki hubungan baik dengan para ulama.Prabowo, lanjut dia, merupakan sosok pemimpin yang pro-umat dan ulama.

"Pak Prabowo sejak beliau prajurit TNI sampai sekarang menjadi Ketum Gerindra, beliau selalu berpihak pada ulama dan umat.Tidak pernah mengkriminalisasi ulama dan mengambil kebijakan anti-Islam," ujarnya. 

Bukan Dukungan

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf menilai bahwa, hal yang menggerakkan ratusan ribu atau jutaan massa reuni 212 kemarin adalah pembelaan terhadap agama Islam, bukan dukungan terhadap Prabowo.

"Justru yang menentukan dari reuni 212 kemarin adalah mengingat kembali perjuangan mengalahkan Ahok.Jadi isunya adalah siapa yang mendukung Ahok atau bukan mendukung Ahok.Bukan siapa mendukung Prabowo atau bukan," katanya di Jakarta, Senin (3/12/2018).

Menurut guru besar ilmu politik UI ini, Reuni 212 didasari atas semangat membela agama Islam yang sukses mengawal kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal penistaan dan penodaan agama. "Tema bela Islam, terbukti masih sangat relevan sampai sekarang," katanya.

Ia melihat, Reuni 212 kemarin sekaligus ingin menunjukkan bahwa kekuatan persatuan umat Islam itu sangat mandiri. Umat Islam, menurut dia, tidak diintervensi kekuatan partai politik dan elite-elite ormas Islam.