Pengacara Luar Negeri  Siap Berikan Pendampingan untuk Keluarga Korban Lion Air JT610

Anu
Pengacara Luar Negeri  Siap Berikan Pendampingan untuk Keluarga Korban Lion Air JT610

Jakarta, HanTer-  Dua orang pengacara Niru Anita Sinaga dan Gustavo E Fuentes menyatakan siap memberikan pendampingan hukum kepada keluarga korban Lion Air JT-610.

Niru mengatakan, kecelakaan pesawat yang berisi 189 orang itu masih meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban. Ia khawatir di kemudian hari pihak-pihak yang semestinya bertanggung jawab malah mangkir.

"Ada kemungkinan pihak-pihak yang semestinya bertanggung jawab justru saling lempar kesalahan dan bukannya berupaya agar kejadian tersebut tidak terulang," kata Niru di Jakarta, Senin (3/12/2018).

Niru dan Gustavo berniat baik agar pihak keluarga korban mendapatkan hak-haknya. 

"Kami ingin membantu memperjuangkan keadilan keluarga korban. Perjuangan dilakukan dengan menuntut pihak yang seharusnya bertanggung jawab terhadap kecelakaan pesawat tersebut. Hal ini dilakukan bukan untuk mengejar materi melainkan perusahaan yang bersalah bertanggung jawab atas produknya dan kejadian serupa tidak akan terjadi lagi," urainya.

Dalam kesempatan itu, Niru juga menjelaskan alasan mengapa dirinya menggandeng sejumlah pengacara luar negeri.


Mengingat bahwa setidaknya satu pihak yang dituduh untuk bertanggung jawab adalah dari beberapa perusahaan yang berdomisili di Amerika Serikat maka agar perjuangan untuk memperoleh keadilan di pengadilan Amerika Serikat memperoleh Tingkat keberhasilan yang tinggi diperlukan jasa dari pengacara khusus aviasi.

"Untuk itu maka saya Niru Anita Sinaga yang sangat serius meminta bantuan Gustavo fuentes dan kelompok asosiasi pengacara Amerika dan termasuk Firma hukum yang ternama Podhurst Orseck dan para doktor Arture Ballen, Sergei Basperov, kami telah menandatangani perjanjian kerjasama untuk membantu/ mendampingi para korban Lion Air JT 610," jelasnya.

"Alasan kami memilih pengacara tersebut karena mempunyai banyak pengalaman dalam mengalami kasus kecelakaan penerbangan di seluruh dunia lebih dari 200 kasus kecelakaan sejak 1972 pernah terlibat menangani diantaranya Silik Air MII85 yang pernah jatuh di Palembang, Sumatera Selatan. Maka tentunya mereka mengerti seluk beluk hukum Aviasi serta industri penerbangan," sambungnya.

Sebagai mitra kerja internasional nantinya pihak tim pengacara  akan memfasilitasi kebutuhan keluarga korban dalam memperjuangkan haknya.

"Kami tidak akan meminta apa-apa tanpa keberhasilan dan apabila perjuangan kami nantinya tidak membuahkan keberhasilan, Kami tidak akan menuntut biaya-biaya operasional yang telah kami keluarkan tersebut dan sukses fee pengacara dari para keluarga korban," tegasnya.

#Lion   #Air   #Pendampingan   #pengacara   #