600 Hari Kasus Novel, WP KPK: Presiden Belum Bertindak

Safari
600 Hari Kasus Novel, WP KPK: Presiden Belum Bertindak
Novel Baswedan

Jakarta, HanTer - Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menuntut pengungkapan pelaku penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan bertepatan dengan 600 hari peristiwa tersebut terjadi.
   
"Untuk itu, kami Wadah Pegawai KPK kembali untuk kesekian kalinya menuntut Presiden Jokowi untuk hadir dan melakukan tindakan sebagaimana selayaknya seorang Presiden untuk membongkar kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo di Jakarta, Minggu (2/12/2018)..
   
Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya. 
   
"Minggu, 2 Desember 2018 atau sepekan sebelum Hari AntiKorupsi Sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2018 adalah hari ke 600 sejak penyerangan Novel Baswedan dengan air keras yang menyebabkan matanya rusak," tambah Yudi.
   
Menurut Yudi, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak Presiden Joko Widodo agar bertindak konkret sebagai panglima tertinggi penegakan hukum di Indonesia, namun sampai saat ini semua belum membuahkan hasil. 
 
"Mulai dari berbagai protes dari masyarakat sampai pengiriman surat dari keluarga Novel Baswedan dan Wadah Pegawai KPK yang sama sekali tidak direspon sampai hari ini, sehingga seakan-akan aspirasi rakyat tidak didengar," ungkap Yudi se[erti dilansir Antara.
   
Sampai saat ini pun, menurut Yudi, Presiden masih tidak menunjukkan tindakan yang tegas dan kongkrit, seakan-akan tidak memiliki kuasa apapun sebagai pemimpin negara untuk membongkar kasus Novel Baswedan. 
   
"Berbagai pihak yang dekat dengan Presiden selalu berupaya mengalihkan  tanggung jawab tersebut bukan pada Presiden, sehingga bagi rakyat terkesan jelas pesan bahwa Presiden menghindar. Padahal Presiden pada awal-awal penyerangan Novel berjanji kasus ini akan dituntaskan," tambah Yudi.