KH Anton: Pemerintah Keliru Nilai Masalah Intoleran dan Radikal

Safari
KH Anton: Pemerintah Keliru Nilai Masalah Intoleran dan Radikal
KH Anton Tabah

Klaten, HanTer - Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI( Pusat KH Anton Tabah Digdoyo menilai pemerintah keliru menilai masalah intoleran dan radikal. Sehingga tiap yang tidak sepaham dan tidak pro pemerintah dianggap radikal intoleran dan tidak bhineka. 

"Sejak kasus tidak terpilihnya Ahok pada pilkada DKI bahkan dipenjara, sebagai intoleran tidak bhineka, radikal. Lalu ada survey 40 masjid dan 50 ustsdz radikal. Kesannya siapa yang tidak pro pemerintah radikal?," ujar KH Anton saat Kajian Ahad Pagi (2/12/2018 di Masjid Raya Alun-alun Klaten jawa Tengah.

Dihadapan ribuan jamaah yang memadati masjid, mantan jendral polisi menegaskan, penerintah harus pahami Pancasila dan UUD1945 secara benar dan bisa bedakan antara proses pencalonan dan proses pemilihan. Karena umat Islam tak pernah nolak di proses pencalonan. Oleh karenanya  silakan nyalon asal penuhi syarat UU.

"Tapi soal umat Islam wajib memilih calon pemimpin yang seiman itu HAM yang dijamin Pancasila dan UUD 45 pasal 28 dan 29," tegas KH Anton yang juga pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat ini.

KH Anton menuturkan,  kasus Ahok yang menyebut Al Quran menipu adalah penistaan agama Islam yang sangat berat. Masyarakat dunia pun belajar dari kasus tersebut dengan aksi kemarahan umat Islam Indonesia dari aksi 411 dan 212 yang menghimpun lebih dari 7 - 8 juta umat dengan tertib, aman, damai dan dipuji-puji dunia.

"Tanggal 4 Nopember  2018 yang lalu Pengadilan HAM internasional di Eropa juga menetapkan bahwa menghina Agama Islam bukann termasuk kebebasan berekspresi tapi msuk perbuatan pidana," paparnya.

Karena itu, sambung KH Anton, pemerintah harus cerdas bagaimana menilai suatu perbuatan itu radikal, intolerans atau tidak bhineka. 
Justru daerah yang minoritas muslim ada yang melarang adzan, jibab dan lainnya perlu disadarkan itulah contoh radikal paling nyata.

#Radikalisme   #MUI   #Umat   #Islam   #Aksi212