Masssa Aksi Reuni 212 Bubar dengan Tertib, Sebagian Sholat Dzuhur di Istiqlal

Danial
Masssa Aksi Reuni 212 Bubar dengan Tertib, Sebagian Sholat Dzuhur di Istiqlal
Peserta aksi mulai meninggalkan kawasan Monas

Jakarta, HanTer - Ratusan ribu aktivis dakwah bersama massa reuni alumni 212 mulai meninggalkan area tugu monumen nasional (Monas) dan kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018).

Sekitar puluhan ribu massa terlihat menuju ke arah Masjid Istiqlal guna melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah, dan massa lainnya dengan menggunakan kendaraan umum maupun mobil serta motor pribadi berkonvoi ke berbagai arah Ibukota.

Bendera Tauhid dan bendera merah putih mewarnai jalannya aksi dan konvoi kendaraan, tidak sedikit yang terlihat berjalan kaki menuju stasiun Gambir.

Seperti diketahui massa aksi reuni 212 banyak juga yang berasal dari berbagai wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi serta selebihnya dari berbagai provinsi di Indonesia.

Werni (23) akivis dakwah dari jamaah pengajian di Depok mengatakan, sudah niat akan datang bersama teman-temannya dari Depok, dengan menumpang kereta api listrik.

"Saya bersama teman-teman sudah niat datang, ada puluhan bersama ibu-ibu pengajian di Depok," ujar Werni sembari membawa bendera merah putih, Sabtu (2/12/2018).

Menurut Werni aksi ini adalah untuk mengingat kembali persatuan Umat Islam setahun lalu, karena ia pun bersama rekan-rekannya mengikuti aksi 212 tahun lalu.

"Tahun lalu saya ikut juga, ini untuk persatuan bersama terutama umat Islam. Kalau ada umat lainnya yang ikut, ya silahkan saja, tidak ada larangan di negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) ini," ucapnya.

Sementara itu Qonita (21) mahasiswi fakultas kedokteran di perguruan tinggi negeri yang ikut aksi reuni 212, mengungkapkan kalau aksi ini dikaitkan dengan politik, itu hal yang biasa.

"Kalau aksi (reuni 212) dikaitkan dengan politik ya itu hal yang biasa, tapi kami tidak dibayar, kami datang tulus ikhlas ingin berkumpul kembali seperti tahun lalu," ujar Qonita.

Perlahan massa aksi terus bergerak dengan tertib meninggalkan lokasi, dan para penjual minuman dan makanan laku keras. "Sudah habis mas, ini mau pulang," kata seorang penjual es doger di kawasan Medan Merdeka.