Peroleh Hibah Lahan Kantor; Kajati Puji Kinerja Kajari Bengkulu

zamzam
 Peroleh Hibah Lahan Kantor; Kajati Puji Kinerja Kajari Bengkulu

Sanur, HanTer - Belum genap tiga bulan menjabat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkulu, Emilwan Ridwan berhasil mendapatkan hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu atas tanah dan bangunan kantor Kejaksaam Negeri (Kejari) Bengkulu.

Kinerja tersebut mendapat respon positif dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Amandra Syah Arwan. Begini komentarnya;

“Saya mengapresiasi langkah cepat, tepat dan terukur dari pak Emil  (Emilwan Ridwan-red) selaku Kajari Bengkulu yang berhasil mendapatkan hibah lahan dari Pemda Bengkulu,” ujar Amandra Syah Arwan kepada wartawan di sela-sela acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan RI di Grand Inna Hotel, Sanur, Nusa Dua, Bali, Jumat (30/11/2018).

Amandra Syah Arwan mengakui setelah cukup lama menunggu selama 12 tahun tak membuahkan hasil, baru di era Emil Kejari Bengkulu memiliki lahan sendiri yang dihibahkan oleh Pemerintah Daerah Bengkulu.

“Ini sangat luar biasa jerih payah dari jajaran Kejari Bengkulu. Sekali lagi saya salut dan mengapresiasi kinerja Kajari Bengkulu dan jajarannya,” tutur Amandra.

Terpisah  Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkulu, Emilwan Ridwan, membenarkan pihak Pemda Bengkulu sudah menghibahkan tanah dan bangunan Kejari Bengkulu kepada Kejaksaan.

“Benar pada 27 Nopember 2018 telah dilakukan serah terima hibah antara Pemda Bengkulu yang diwakili oleh bapak Rohidin Mersyah selaku Plt Gubernur Bengkulu dengan bapak Rorogo Zega, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Bengkulu mewakili pak Kajati (Amandra Syah Arwan-red) karena sedang mengikuti Rakernas Kejaksaan RI di Bali,” ujar Emilwan Ridwan.

Emilwan Ridwan mengungkapkan, pada tahun 2006 terjadi tukar menukar tanah dan bangunan antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Kejari Bengkulu.
Pertukaran dilakukan mengingat lahan dan bangunan Kejari Bengkulu yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Anggun Atas, Kecamatan Gading Cempaka, akan dijadikan kawasan pengembangan persada Soekarno, sementara lahan Kejari Bengkulu berbatasan dengan rumah pengasingan Bung Karno.

“Sebagai aset gantinya, Kejari Bengkulu diberikan tanah oleh Pemprov Bengkulu eks kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu,” ujar Emilwan.
Namun, tambah Emiwan, proses tukar menukar tidak dapat terlaksana karena perbedaan nilai aset. Setelah lebih 12 tahun terbengkalai, akhirnya kini disepakati penyelesaiannya dilakukan dengan cara hibah.

Langkah yang diterobos oleh Emil – sapaan dari Kajari Bengkulu ini -- sebagaimana diatur dalam Permendagri nomor 19 tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah serta peraturan pemerintah nomor 2 tahun 2012 tentang hibah

Lebih jauh dijelaskan Emil, proses hibah melalui persetujuan hibah Plt Gubernur Bengkulu tanggal 19 September 2018 dan Keputusan Gubernur Bengkulu nomor 0.470 BPKD tahun 2018 tanggal 22 sept 2018 tentang hibah tanah dan bangunan kepada Kejaksaan Negeri Bengkulu.

“Setelah adanya persetujuan dan keputusan hibah ditindaklanjuti penyerahan hibah tanah bangunan,” tukas Emil.
 
 Emilwan Ridwan menyatakan, dengan sudah ditandatangani keputusan dan penyerahan oleh pihak Pemprov Bengkulu, maka lahan dan bangunan Kejari Bengkulu yang terletak di Jalan Soekarno Hatta No 43, Anggun Atas, Ratu Samban, Kota Bengkulu, resmi milik Kejaksaan.

“Sertifikat maupun surat serah terima hibang sudah kami pegang,” ujar Emilwan.
 
 

#Tanah   #HIbah   #untuk   #Kantor   #Kejari   #Bengkulu