Suap Hakim Kembali Terulang; DPR-MA Cari Solusi Pencegahan

Danial
 Suap Hakim Kembali Terulang; DPR-MA Cari Solusi Pencegahan

Jakarta, HanTer - Terulangnya dugaan suap hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, dengan ditangkapnya sejumlah pelaku belum lama ini mendorong DPR untuk menggelar rapat dengan Mahkamah Agung (MA).

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Komisi III DPR RI menggelar rapat evaluasi bersama Mahkamah Agung (MA).

"Kita serahkan kepada Komisi III untuk melakukan rapat konsultasi dengan Mahkamah Agung untuk mencari solusi terhadap beberapa hakim nakal yang kemudian terkena OTT. Ya tentu ini kan sangat mencederai wajah pengadilan kita," ujar politisi partai Golkar ini usai diskusi dialektika di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet menerangkan, kasus OTT suap terhadap hakim tersebut merupakan persoalan perilaku individu, sehingga tidak bisa digeneralisasi terhadap hakim-hakim lain. Ia juga mendorong Komisi Yudisial (KY) untuk terus melaksanakan fungsinya dalam pembinaan dan pengawasan terhadap hakim.

"Menurut saya apa yang sudah diberikan oleh negara kepada KY kewenangannya cukup bagus, tinggal KY-nya yang harus terus-menerus melaksanakan tugas-tugas pokoknya, melakukan pembinaan dan pengawasan," ungkap Bamsoet.

Dia juga menyatakan DPR akan menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Jabatan Hakim. RUU tersebut saat ini masih diproses di Komisi III.

"Dan sebetulnya saya dengan ketua komisi atau pimpinan komisi III sudah ada pembicaraan akan segera menyelesaikan dalam masa sidang depan. Sekurang-kurangnya sebelum masa sidang kita berakhir kita sudah selesai, tapi kalau bisa pas sidang tahun depan bisa diselesaikan," paparnya.

Sebelumnya dua orang hakim PN Jakarta Selatan, Iswahyu Widodo dan Irwan, terjaring OTT KPK beberapa hari lalu. Sebelum ditangkap, keduanya sempat dipanggil Ketua PN Jakarta Selatan Arifin.