Kasus Dana Kemah Pemuda, Penyidik Periksa Pihak Manajemen Hotel

Danial
Kasus Dana Kemah Pemuda, Penyidik Periksa Pihak Manajemen Hotel
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono

Jakarta, HanTer - Penyidik telah memeriksa saksi-saksi terkait kasus dugaan penggelembungan dana atau mark up kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia. Pemeriksaan di antaranya dilakukan di Yogyakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pemeriksaan dilakukan penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) karena saksi kebetulan berdomisili di daerah tersebut. "Siapa yang melihat, mendengar dipanggil sebagai saksi," kata Argo kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).

Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY Ajun Komisaris Besar Polisi Yulianto menyebutkan, saksi yang dimaksud adalah pihak Accounting Hotel Grand Tjokro. Hotel berbintang empat itu merupakan lokasi penginapan peserta Kemah Pemuda dari Pemuda Muhammadiyah.

Untuk diketahui, pemeriksaan berlangsung pada Selasa, 27 Desember 2018 kemarin dimana penyidik menelusuri biaya sebenarnya yang harus dibayar Pemuda Muhammadiyah untuk menginap saat mengikuti kegiatan Kemah Pemuda di Candi Prambanan.  "Iya kemarin Acounting Hotel Grand Tjokro (diperiksa)," kata Yulianto.

Kendati demikian, Yulianto belum menyebutkan tagihan yang sebenarnya dari pihak Hotel Grand Tjokro. Sebab, salah satu biaya yang diduga di-mark up itu adalah biaya penginapan alias tidak sesuai dengan laporan.  "Itu materi, saya enggak boleh kasih tahu," ucapnya.

Diketahui Kemah Pemuda 2017 yang dilaksanakan di Candi Prambanan Yogyakarta itu menggunakan anggaran Kemenpora senilai Rp5 miliar yang pencairannya dibagi menjadi dua, Rp3 miliar untuk GP Anshor dan Rp2 untuk PP Pemuda Muhammadiyah.

Namun laporan dari Pemuda Muhammadiyah diduga bermasalah. Diduga ada beberapa anggaran yang di-markup atau tidak sesuai antara dana yang diberikan dengan belanja di lapangan, ini yang masih terus diselidiki.