Reuni 212 Bakal Tertib, Tak Perlu Kerahkan Pasukan Berlebihan

Safari/Danial
Reuni 212 Bakal Tertib, Tak Perlu Kerahkan Pasukan Berlebihan
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ustadz Slamet Ma'arif (dua dari kanan)

Jakarta, Hanter-- Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ustadz Slamet Ma'arif mengatakan, adanya pengerahan pasukan di kawasan Monas, Jakarta yang akan dijadikan ajang reuni PA 212 karena diduga mereka  panik. Reuni akan berjalan tertib, sehingga tidak perlu pengerahan pasukan secara berlebihan.

Namun dugaan adanya pengerahan pasukan itu bisa saja salah, kata Ustads Slamet Ma'arif kepada Harian Terbit, Kamis (29/11/2018), karena pada hari Jumat (30/11/2018) acara reuni 212 bersamaan dengan kegiatan Apel Kesiapan Tahunan dengan tema "Jiwa Raga TNI untuk Bangsa dan Negara."

"Apel akan dipimpin Panglima TNI. Selain itu juga ada pameran alat utama sistem pertahanan (alutista) di Monas. Jadi acaranya bersamaan. Kita positif, keberadaan aparat keamanan tersebut bisa mengamankan acara reuni 212. Sehingga acara reuni 212 yang akan dihadiri sekitar 1 juta umat Islam dari berbagai daerah bisa  berjalan lancar, aman dan damai tanpa ada hambatan apapun," ujar Ustad Slamet Ma'arif kepada Harian Terbit, Kamis (29/11/2018).

Skala Kecil

Pengamanan aksi reuni 212 yang direncanakan bakal berpusat di tugu monumen nasional (Monas), dipastikan bakal berjalan aman dan lancar.

Pihak kepolisian sendiri menyatakan tak perlu ada yang khawatir dari aksi Reuni Akbar 212. Aksi yang digagas oleh Persaudaraan Alumni 212 itu akan digelar pada 2 Desember mendatang di Monas, Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Hal ini ditegaskan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan.

"Reuni (212) hanya memerlukan pengamanan polisi dalam skala kecil. Ditangani Polsek Gambir bisa," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Rabu (28/11/2018).

Kendati demikian Dedi mengungkapkan Polri tetap menyiagakan pasukannya untuk mengawal aksi tersebut, yang tentu untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan bersama.

Menurut Dedi, saat ini belum ada jumlah personel yang pasti akan dikerahkan saat mengawal aksi reuni yang diklaim akan dihadiri ribuan massa tersebut.